- Instagram @dedimulyadi17 - AI ChatGPT
Pesan Tegas Dedi Mulyadi di Hari Buruh 2026: Tetap Bekerja
tvOnenews.com - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 menjadi momentum penting bagi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menyampaikan pesan kuat kepada para pekerja di seluruh Indonesia.
Lewat unggahan video di akun Instagram pribadinya, ia tidak hanya mengucapkan selamat, tetapi juga menegaskan arah perjuangan kesejahteraan buruh ke depan.
Dalam pesannya, Dedi menyoroti bahwa pekerja adalah penggerak utama roda ekonomi.
Tanpa kontribusi buruh, pembangunan tidak akan berjalan optimal.
- Istimewa
Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pekerja, pemerintah, dan pelaku usaha dalam menciptakan iklim kerja yang sehat dan berkeadilan.
“Buruh Sejahtera, Indonesia Jaya!” tulis Gubernur Dedi Mulyadi di unggahan akun Instagram milkinya.
Ia juga menyampaikan harapan yang luas, tidak hanya soal penghasilan, tetapi juga kualitas hidup pekerja secara menyeluruh.
"Selamat hari buruh bagi kawan-kawan yang hari ini bergembira ria melaksanakan peringatan hari buruh," kata KDM.
"Semoga kita bisa bergandengan tangan terus mewujudkan iklim investasi yang semakin baik. Berdiskusi, bermusyawarah, mewujudkan sistem pengupahan yang makin berkeadilan. Dan semoga ekonomi semakin tumbuh, harga barang semakin terjangkau, pendidikan semakin meningkat kualitasnya, dam seluruh keluarga besar kita bisa bersekolah dengan baik di semua tingkatan, baik di tingkat TK, SD, sampai perguruan tinggi. Semoga layanan kesehatan semakin prima dan kehidupan masyarakat kita semakin baik."
"Salam untuk kawan-kawan, terus bekerja, berkarya demi kebaikan bangsa."
Pesan tersebut memperlihatkan Dedi menekankan pentingnya akses pendidikan bagi anak-anak pekerja, layanan kesehatan yang memadai, serta stabilitas harga kebutuhan pokok agar kehidupan keluarga buruh semakin layak.
Secara lebih luas, peringatan Hari Buruh Internasional memang bukan sekadar seremoni tahunan.
Di berbagai negara, termasuk Indonesia, momen ini menjadi ajang refleksi atas hak-hak pekerja sekaligus ruang dialog antara buruh dan pemerintah.
Isu seperti upah layak, jaminan kerja, serta perlindungan sosial masih menjadi fokus utama.