news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Dedi Mulyadi.
Sumber :
  • Taufik Hidayat/tvOnenews.com

KDM Kesal Ada Kelompok Penyusup Kacaukan Hari Buruh hingga Bakar Pos Polisi di Bandung: Usut!

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyayangkan aksi kericuhan saat Hari Buruh Internasional alias May Day di Jalan Cikapayang-Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jumat (2/5/2026).
Minggu, 3 Mei 2026 - 13:30 WIB
Reporter:
Editor :

Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyayangkan aksi kericuhan saat Hari Buruh Internasional alias May Day di Jalan Cikapayang-Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jumat (2/5/2026).

"Kita menyampaikan rasa prihatin ya, tadi malam dari sore sampai malam masih ada orang, kelompok orang yang memanfaatkan situasi Hari Buruh yang sudah berjalan dengan damai," kata Dedi melalui akun Instagram resminya, Sabtu (2/5/2026).

"Tiba-tiba muncul tanpa pemberitahuan unras (unjuk rasa), tanpa orasi, gruduk-gruduk melakukan pembakaran," terangnya.

Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi alias KDM ini mengatakan situasi tersebut telah ditangani oleh Polrestabes Bandung serta Polda Jabar hingga kini situasi telah kembali normal dan terkendali. 

KDM yakin bahwa kepolisian dapat mengusut tuntas tindakan kriminal tersebut, serta memprosesnya secara hukum.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh warga Bandung untuk tetap tenang karena situasi saat ini sudah terkendali.

"Untuk seluruh warga Bandung tetap tenang karena situasinya sudah dalam keadaan nyaman, damai, dan terkendali," tutup KDM.

Polda Jabar Tetapkan 6 Tersangka

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Ade Safari mengataka pihaknya telah menetapkan 6 tersangka perusuh saat aksi May Day di Jalan Tamansari, Cikapayang, Bandung pada 1 Mei 2026.

Selain mengamankan 6 orang tersangka. Petugas mengamankan sejumlah barang bukti berbahaya yang dibawa oleh massa, di antaranya bom molotov, petasan, senjata tajam (sajam), serta atribut penutup muka berwarna hitam.

Kombes Ade Safari, merinci identitas serta peran keenam tersangka yang berinisial MRN (21), MRA (17), RS (19), MFNA (19), FAP (21), dan HIS (20) mayoritas dari mereka berstatus pelajar.

Ia pun menyebutkan peran masing masing tersangka MRN berperan menyiapkan 20 unit bom molotov, helm, bendera, dan perlengkapan medis.

MRA berperan melempar pos polisi (pospol) hingga terbakar, merusak videotron, dan membuat stiker provokatif. RS berperan melempar pospol dan merusak videotron.

MFNA berperan sebagai provokator aksi, melempar pospol, serta merusak videotron FAP Berperan mendistribusikan perlengkapan aksi, melempar pospol, dan merusak videotron.

"Dan HIS Berperan dalam perencanaan, mulai dari membeli botol kosong dan bensin untuk bom molotov, hingga melakukan pelemparan ke pospol dan videotron," katanya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:19
00:56
01:17
00:47
01:51
01:23

Viral