- Antara
Kemendiktisaintek Berencana Tutup Prodi Keguruan, DPR Tegas Menolak: Daerah Masih Kekurangan Guru
Menurutnya, kebijakan ini diambil untuk mengatasi kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan dunia kerja.
Setiap tahun, kampus meluluskan sekitar 1,9 juta sarjana, namun banyak yang tidak terserap karena kompetensinya tidak sesuai dengan kebutuhan industri.
Pemerintah pun berencana mengalihkan fokus ke program studi yang mendukung sektor strategis seperti energi, pangan, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi, digitalisasi, hingga manufaktur maju.
Badri juga menyoroti adanya kelebihan pasokan lulusan di sejumlah bidang, termasuk keguruan.
Ia menyebut, lulusan pendidikan mencapai sekitar 490 ribu orang per tahun, sementara kebutuhan guru hanya sekitar 20 ribu.
Kondisi ini dinilai memicu munculnya pengangguran terdidik akibat ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan tenaga kerja.
“Akibatnya kelebihan suplai di situ, saya bisa mengecek juga misalnya tahun 2028 itu sebenarnya kita kelebihan suplai dokter. Kalau misalnya ini dibiarkan, apalagi terjadi mal-distribusi, tidak keseimbangan distribusi di masing-masing daerah,” kata Badri. (rpi/iwh)