- Antara
Viral Dugaan TNI Masuk Ruang Privat Pastor di Gereja Timika, MenHAM Pigai Turunkan Tim
Jakarta, tvOnenews.com - Viral di media sosial seorang Pastor Paroki Gereja Katedral Tiga Raja Timika menyatakan bahwa ia merasa diintimidasi oleh militer/TNI yang secara intens memasuki ruang privatnya tanpa penjelasan, saat kunjungan Wapres Gibrang Rakabuming.
Pastor menyatakan keberatan dan ia menilai tindakan tersebut tidak wajar.
Terkait hal ini, Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) angkat bicara. Menteri HAM RI, Natalius Pigai mengklaim timnya sudah turun langsung ke lapangan untuk menelusuri fakta, termasuk bertemu pihak gereja dan aparat.
"Kalau terkait Puncak, Kementerian HAM sudah ada di lapangan. Sekarang ini kebetulan ada di Puncak. Kemarin sudah datang Kementerian HAM sudah bertemu di Timika juga," ujar Pigai, Senin (4/5/2026).
Ia mengungkapkan, tim Kementerian HAM sebelumnya telah mendatangi lokasi di Timika, termasuk gereja katedral yang diduga dimasuki aparat.
"Di mana diduga ada tentara datang masuk ke gereja. Ke gereja katedral Timika. Dan masuk di tempat tidur ruang pribadi para pastor," katanya.
Menurut Pigai, tim sudah menggelar pertemuan dengan berbagai pihak untuk mengklarifikasi peristiwa tersebut.
"Kementerian HAM sudah lakukan pertemuan dengan pihak gereja. Sudah juga lakukan pertemuan dengan pihak aparat. Aparat TNI juga sudah lakukan pertemuan," jelasnya.
Saat ini, tim masih berada di lapangan dan bergerak ke wilayah Puncak untuk pendalaman lebih lanjut.
"Dan sekarang setelah dari Timika mereka ke Puncak. Jadi mereka ada di lapangan dan saya tunggu laporan dari mereka," ujarnya.
Seperti diketahui, Pastor Paroki Katedral Tiga Raja Timika. Amandus Rahadat, menyampaikan keberatan atas dugaan masuknya oknum TNI ke ruang privat pastoran tanpa izin.
Dia mengungkapkan kejadian tersebut terjadi saat sejumlah aparat diduga masuk hingga ke area pribadi, termasuk ruang tidur pastor, yang seharusnva bersifat tertutup.
Pernyataan itu disampaikan kepada umat usai misa, sebagai respons atas laporan adanva pihak tak dikenal yang kerap berada di lingkungan gereja.
Menanggapi hal tersebut, pihak TNI melalui jajaran Kodim Mimika memberikan klarifikasi bahwa kedatangan anggota ke pastoran merupakan bagian dari upaya mencari informasi terkait identitas prajurit yang sebelumnya masuk ke area privat.
TNI mengakui adanya kekeliruan prosedur dan telah menyampaikan permintaan maaf kepada pihak gereja, serta menegaskan kejadian serupa tidak akan terulana kembali. (rpi/iwh)