- jabarprov
Cara Unik Dedi Mulyadi dalam Memantau Infrastruktur Jawa Barat, Gubernur Jabar yang Konsen soal Penertiban Jalan
Jakarta, tvOnenews.com- Sosok Dedi Mulyadi kembali mencuri perhatian publik, karena ada gebrakan nyelenehnya dalam memantau wilayahnya.
Baru-baru ini Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tersebut mengeluarkan cara unik dalam melakukan pemantauan dan evaluasi soal penertiban jalan.
Momen tersebut dilakukan Kang Dedi Mulyadi dalam acara atau karnaval. Ia menunggangi kuda sembari keliling.
Kegiatan itu disampaikan Sekda Jabar Herman Suryatman, menyebut Gubernur Dedi Mulyadi secara langsung meninjau kondisi jalan sepanjang rute Sumedang–Wado–Majalengka.
Pihaknya memperhatikan aspek keselamatan dan ketertiban di kawasan sempadan jalan. Kala kegiatan karnaval budaya Milangkala Tatar Sunda
"menjadi konsen Pak Gubernur adalah jalan provinsi, termasuk sempadannya. Banyak ditemukan pemasangan banner yang dipaku di pohon, itu langsung kami tertibkan,” ujar Herman, dikutip dari laman jabarprov, Selasa (5/5).
Dalam aksinya, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM itu juga menemukan aktivitas usaha yang berpotensi merusak lingkungan.
Salah satunya, ada warung pengolahan tahu yang beroperasi dekat pohon menyebabkan batang pohon menjadi rusak dan menghitam.
- jabarprov
"Ada warung tahu yang penggorengannya dekat pohon sampai pohonnya menghitam. Kalau dibiarkan bisa mati, padahal itu pohon besar seperti mahoni. Itu langsung kita tertibkan,” sambungnya.
Dedi juga menyoroti adanya penebangan pohon di kawasan sempadan jalan di wilayah Situ Raja. Menurut Herman, pemprov akan menelusuri status kepemilikan pohon tersebut untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran.
“Kalau melihat posisinya, itu berada di sempadan jalan. Kami akan telusuri apakah itu milik pribadi atau aset jalan. Tapi meskipun milik pribadi, tidak bisa sembarangan ditebang karena berisiko longsor,” jelasnya.
- jabarprov.go.id
Sebagai tambahan informasi, Budaya Napak Tilas Padjadjaran perdana berlangsung meriah dan lancar dengan tema Binokasih Mulang Salaka.
Diketahui kalau Kabupaten Sumedang menjadi titik awal kegiatan yang menampilkan kekayaan seni dan budaya Jawa Barat.
Acara kirab telah digelar Sabtu malam (2/5/2026) dimulai dari kawasan Gedung Negara dan Museum Geusan Ulun menuju pusat pemerintahan Kabupaten Sumedang dengan jarak tempuh sekitar 2–3 kilometer.