- Istimewa
Polisi Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk Tangki Tewaskan 16 Orang di Sumatera Selatan, Diduga karena Hindari Benda Ini
Jakarta, tvOnenews.com - Misteri kecelakaan maut yang melibatkan bus ALS dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, mulai menemukan titik terang.
Polisi mengungkap dugaan baru di balik tragedi yang merenggut 16 nyawa tersebut. Tak hanya soal hilangnya kendali, sopir bus disebut sempat berupaya menghindari lubang di jalan sebelum akhirnya banting setir ke jalur berlawanan hingga manuvernya yang justru berujung petaka.
Kepala Bidang Hubungan Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Polisi Nandang Mu’min Wijaya menjelaskan, saat kejadian bus ALS tengah melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi.
"Diduga mobil ALS menghindari lubang dan membelokan mobil ke kanan dari arah Lubuklinggau menuju ke Jambi sehingga menabrak mobil tangki dari arah Jambi menuju ke arah Lubuklinggau," tuturnya, dikutip Kamis, 7 Mei 2026.
Untuk memastikan penyebab pasti, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi. Proses olah TKP (tempat kejadian perkara) dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai unsur.
"Tim terpadu dari Ditlantas di bawah pimpimpinan pak Dirlantas termasuk laboratorium forensik, TAA Laka dan Jasa Raharja sudah di TKP untuk melaksanakan kegiatan olah TKP terpadu untuk mengungkap penyebab kecelakaan dan sebagainya," katanya.
Sebelumnya diberitakan, duka mendalam menyelimuti kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Tabrakan dahsyat antara bus ALS dan truk tangki BBM menewaskan 16 orang di lokasi kejadian.
Di balik tragedi tersebut, polisi mulai mengungkap tabir penyebab kecelakaan. Dugaan sementara mengarah pada hilangnya kendali sopir bus yang berujung fatal. Hal itu diungkap Kapolres Muratara, Ajun Komisaris Besar Polisi Rendy Surya Aditama.
"Kemungkinan besar disebabkan oleh human error, meskipun kita lihat di TKP (tempat kejadian perkara) masih ada beberapa jalan yang berlubang," tutur dia, Rabu, 6 Mei 2026.
Keterangan dari kernet bus yang selamat memperkuat dugaan itu. Sopir disebut membanting setir ke arah berlawanan sesaat sebelum tabrakan terjadi.
"Namun sementara pengakuan dari kernet bahwa si sopir ini hilang kendali sehingga membanting ke arah kanan sisi berlawanan, begitu untuk sementara," tutur dia.