- Tangkapan layar
Minta Maaf dan Mengaku "Berdosa" Usai Cukur Rambut Belasan Siswinya, Dedi Mulyadi Soroti Niat dan Tujuan Guru BK di Garut
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti niat dan tujuan guru BK salah satu SMKN di Garut yang viral usai mencukur rambut belasan siswinya.
Sebelumnya viral diberitakan seorang guru BK mencukur rambut sejumlah siswinya yang diwarnai hingga membuat mereka menangis.
Menurut Kang Dedi Mulyadi atau KDM, guru BK tersebut pastinya mempunyai niat dan tujuan baik sehingga melakukan “razia” rambut terhadap sejumlah siswi.
Meski demikian, KDM juga menilai ada batasan yang harus diperhatikan terlebih lagi aksi tersebut membuat para siswi trauma.
"Niat ibu dalam hati tujuannya untuk memperbaiki, tujuannya karena rasa sayang, bukan karena rasa benci, bukan karena rasa ketidaksukaan," ujar KDM dilansir dari Lembur Pakuan Channel, Kamis (7/5/2026).
"Artinya bahwa ekspresi ibu ‘memukul’ seperti saya sering dipukul ibu saya. Itu menjadi pukulan yang indah," sambungnya.
Guru BK tersebut akhirnya meminta maaf. Bahkan, dia mengaku berdosa telah melakukan hal itu kepada anak-anak didiknya.
"Saya minta maaf ke anak-anak. Saya sekarang psikologisnya lagi enggak baik. Pada akhirnya saya sadar dan menyadari saya salah, saya bersalah, saya merasa berdosa sama anak-anak," katanya.
Saat itu, guru BK tersebut mengaku merazia rambut berwarna sejumlah siswinya karena beberapa alasan.
"Yang meresahkan kami baru-baru ini tentang penampilan siswa. Mereka berkerudung cuma dalam hal badan, kosmetiknya berlebihan. Ke luar gerbang dibuka kerudungnya, masih pakai seragam. Akumulasi dari sana dari sini,” terangnya.
Di lain sisi, KDM juga menyarankan alangkah baiknya anak-anak diingatkan atau dihubungi orang tuanya terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan. (nsi)