news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang Kombes Pol Budi Susanto saat konferensi pers di Palembang, Kamis (7/5)..
Sumber :
  • Antara

Kondisi Jenazah Korban Kecelakaan Maut Bus ALS Sulit Dikenali, Sampel DNA Dikirim ke Mabes Polri demi Percepatan

Upaya mengungkap identitas korban kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatra (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) memasuki babak baru. 
Jumat, 8 Mei 2026 - 03:27 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Upaya mengungkap identitas korban kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatra (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) memasuki babak baru. 

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan kini mengirimkan sampel "deoxyribonucleic acid" (DNA) para korban ke Laboratorium Mabes Polri di Jakarta guna mempercepat proses pencocokan data.

Langkah medis ini diambil menyusul kondisi jenazah yang sangat memprihatinkan. 

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Kombes Pol Budi Susanto, mengungkapkan bahwa tim medis menghadapi tantangan besar karena seluruh korban menderita luka bakar hingga 99 persen akibat bus yang hangus terbakar.

Kondisi tersebut membuat identifikasi melalui ciri fisik atau sidik jari menjadi mustahil. 

Oleh karena itu, tim forensik harus bekerja ekstra teliti untuk menyeleksi jaringan tubuh yang masih bisa digunakan sebagai bahan uji genetik.

“Kami sedang memilih sampel yang terbaik untuk dikirim,” ujar Kombes Pol Budi Susanto saat menggelar konferensi pers di Palembang, Kamis (8/5).

Hingga saat ini, pihak RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang telah menerima total 16 kantong jenazah. 

Terkait data pembanding dari pihak keluarga (antemortem), sudah ada 11 keluarga yang menyerahkan sampel DNA mereka untuk dilakukan pencocokan.

Meski demikian, tugas tim DVI belum usai karena masih ada lima jenazah lainnya yang identitasnya belum bisa diproses lebih lanjut akibat belum adanya pihak keluarga yang melapor.

“Kami masih menunggu pihak keluarga dari lima jenazah ini untuk dilakukan pengambilan sampel,” jelas Budi.

Pengiriman sampel ke Mabes Polri diharapkan menjadi kunci utama dalam memberikan kepastian kepada keluarga korban, mengingat sebagian besar tubuh korban sudah tidak dapat dikenali lagi secara kasat mata. 

Tim DVI terus berkoordinasi secara intensif dengan pusat laboratorium forensik agar proses pemulangan jenazah kepada keluarga bisa segera dilakukan setelah identitas terverifikasi secara akurat. (ant/dpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:37
01:32
02:27
01:02
01:24
05:18

Viral