- Kolase Antara/M Fikri Setiawan & Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Ditolak Dedi Mulyadi, Bupati Bogor Koreksi Orasi Polemik Tambang yang Ditutup Gubernur Jabar: Tidak Niat Melawan
Kabupaten Bogor, tvOnenews.com - Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengoreksi pernyataannya. Hal ini sebagai upaya menanggapi respons keras dari Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi.
Rudy mengetahui Dedi Mulyadi menolak keras pernyataannya. Polemik penutupan sementara aktivitas tambang di wilayah barat Kabupaten Bogor menuai perlawanan dari warga.
Di posisi ini, Rudy juga dinilai menjadi pihak yang melawan kebijakan dari Dedi Mulyadi. Ia mendukung warga agar izin aktivitas pertambangan kembali dibuka oleh Gubernur Jabar.
Rudy pun meluruskan pernyataan orasi terkait polemik penutupan tambang. Ia mengaku sama sekali tak pernah berniat melawan kebijakan KDM hingga Pemprov Jabar.
"Intinya tidak ada niat sedikit pun untuk melawan Gubernur atau siapa pun," ujar Rudy di Sentul, Jumat (8/5/2026).
Soal Pernyataan dalam Aksi yang Mendesak Dedi Mulyadi
- istimewa
Rudy memahami orasinya menuai sorotan luas oleh publik, terutama bagi masyarakat Jabar. Ia memahami pernyataan tersebut juga langsung mengundang reaksi dari KDM.
Ia berpendapat, penyampaian orasi itu terjadi ketika dirinya menerima aksi unjuk rasa. Ribuan warga ramai-ramai datang untuk menyikapi polemik penutupan tambang.
Ia menegaskan, orasi saat itu harus dipahami lebih mendalam. Bupati Bogor ini berharap agar masyarakat tidak melihat dari sebagian atau potongan video yang merebak di media sosial.
Di momen itu, Rudy menerima massa aksi di area kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Ia tidak sendirian karena didampingi oleh Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi.
Selain itu, Rudy Susmanto juga didampingi oleh Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara. Ia tidak membantah kondisi saat itu memang sengaja menemui massa aksi secara langsung.
Ia selaku orang nomor satu di Kabupaten Bogor tentu mempersilakan keinginan warga. Mereka meminta untuk melakukan dialog bersama dirinya.
"Saat itu warga hanya ingin ditemui oleh bupati. Karena itu saya tidak ingin masyarakat saya berbenturan dengan pihak lain. Kondusivitas penting untuk kita jaga bersama," terangnya.