news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda.
Sumber :
  • Instagram/@s_tjo

Sampaikan Duka Cita, Gubernur Sherly Tjoanda: Pemprov Malut Dukung Pencarian Korban Erupsi Gunung Dukono

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos berduka cita atas pendaki yang meninggal dunia akibat aktivitas erupsi Gunung Dukono pada Jumat (8/5/2026).
Minggu, 10 Mei 2026 - 02:05 WIB
Reporter:
Editor :

Tobelo, tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut. Hal ini sebagai bentuk menyikapi insiden erupsi Gunung Dukono.

Sherly Tjoanda menyampaikan duka cita mendalamnya. Pasalnya, Tim SAR Gabungan kembali menemukan satu korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Dukono pada Sabtu (9/5/2026).

Sherly Tjoanda mendapat kabar satu orang pendaki yang menjadi korban erupsi Gunung Dukono. Korban teridentifikasi berinisial E sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

Sherly Tjoanda pun turut berbelasungkawa kepada keluarga korban. Ia menyampaikan harapannya agar pihak keluarga mendapat ketabahan usai ditinggalkan akibat musibah ini.

"Saya menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas musibah ini. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," kata Sherly Tjoanda dalam keterangan resminya melalui Pemprov Malut dikutip, Minggu (10/5/2026).

Apresiasi Sherly Tjoanda untuk Tim SAR Gabungan terus Evakuasi Korban Erupsi Gunung Dukono

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Laos
Sumber :
  • Instagram/@s_tjo

Sherly selaku Gubernur Malut tentu tak melupakan kerja keras Tim SAR Gabungan. Ia mengapresiasi terhadap kinerja yang dilakukan oleh pihak terkait.

Adapun Tim SAR Gabungan yang melakukan evakuasi puluhan pendaki akibat erupsi Gunung Dukono, terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, relawan hingga tenaga kesehatan.

Gubernur Malut itu tentu kagum terhadap kerja keras mereka. Tim SAR Gabungan hingga kini terus menggelar operasi pencarian pendaki yang terdampak erupsi di kawasan Gunung Dukono.

Istri mendiang Benny Laos ini mendapatkan laporan terkait proses operasi untuk mengevakuasi para korban. Mulanya, Tim SAR Gabungan mengalami kendala karena pasir vulkanik yang semakin tebal.

Pasir vulkanik yang membentuk timbunan menyulitkan tim SAR. Selain itu, aktivitas vulkanik dari erupsi begitu tinggi sehingga berdampak pada keselamatan para relawan.

Hingga pada akhirnya, beberapa faktor ini menyebabkan proses penyisiran di kawasan terdampak erupsi sempat terhenti.

Pemprov Malut, kata dia, tetap mendukung penuh. Ia berharap seluruh personel yang tergabung dalam tim SAR selalu mengutamakan keselamatan.

Sherly mengetahui jumlah korban yang meninggal dunia tidak hanya satu. Ia berharap proses pencarian dan evakuasi tidak mengalami kendala apa pun.

"Kita semua berharap proses pencarian berikutnya dapat berjalan lancar dan dua korban lainnya segera ditemukan," ucapnya.

"Pemerintahh Provinsi Maluku Utara tentu mendukung penuh seluruh upaya kemanusiaan yang dilakukan aparat dan tim gabungan di lapangan," sambungnya.

Terakhir, Sherly Tjoanda memberikan imbauan kepada masyarakat Malut khususnya di Halmahera Utara, Malut. Ia berharap warga tetap patuh terhadap rekomendasi yang diberikan oleh otoritas terkait.

Ia juga menginginkan masyarakat di sekitar kawasan gunung api tersebut tidak melakukan aktivitas apa pun. Tujuannya untuk menghindari risiko dampak dari bencana gunung meletus ini.

20 Pendaki Terjebak Letusan Gunung Dukono

Gunung Dukono
Sumber :
  • Antara

Diketahui, Gunung Dukono kembali mengalami erupsi pada Jumat, 8 Mei 2026 sekitar pukul 07.41 WIT. Letusan dari gunung api ini membuat 20 pendaki terjebak.

Awal mula informasi terdapat pendaki di kawasan letusan diterima oleh Basarnas Command Center (BCC). Basarnas mendeteksi sinyal darurat dari perangkat Garmin pada koordinat 1°42'13.7"N 127°52'50.2"E di kawasan Gunung Dukono.

Dalam hasil laporan tersebut, setidaknya terdapat total pendaki yang menjadi korban berjumlah 20 orang. Hal ini membuat Tim Rescue Pos SAR Tobelo langsung bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 09.10 WIT.

Tim SAR berangkat dengan menggunakan kendaraan rescue untuk menuju lokasi terakhir yang mudah diakses. Hal itu terjadi sebelum melakukan pendakian menuju area korban.

Seuusai tiba di Posko Pengamatan Gunung Dukono, Tim POS SAR Tobelo berkoordinasi dengan Kapolres setempat hingga Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Halmahera Utara.

Dalam pencarian, Tim SAR Gabungan mendapatkan kabar 15 pendaki dinyatakan selamat. Sementara, 5 orang lainnya masih belum ditemukan.

Adapun dua pendaki di antara 5 orang tersebut merupakan warga negara asing (WNA) asal Singapura. Keduanya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Di hari kedua proses pencarian, Tim SAR Gabungan kembali menemukan satu orang korban berjenis kelamin perempuan yang berinisial E dan berstatus WNI. Sementara, 2 WNA dilaporkan masih hilang.

Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani menjelaskan, Tim SAR Gabungan menemukan korban setelah melakukan penyisiran di sekitar bibir kawah Gunung Dukono.

Kata Iwan, korban ditemukan di sekitar 50 meter dari bibir kawah gunung sekitar pukul 14.30 WIT. Hal itu terjadi di tengah aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih fluktuatif.

"Korban selanjutnya di evakuasi menuju posko gabungan Desa Mamuya Kabupaten Halmahera Utara dan tiba sekitar pukul 18.20 WIT, kemudian di bawa ke RSUD Tobelo guna dilakukan proses identifikasi," ujar Iwan.

Iwan mengatakan, proses evakuasi sempat terlambat dipengaruhi kondisi medan yang licin ketika turun dari puncak gunung. Hal ini membuat proses pencarian akan kembali dilakukan pada Minggu, 10 Mei 2026.

(hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
02:11
01:30
05:41
02:16
05:19

Viral