news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kiai cabul di Pati.
Sumber :
  • ist

Dugaan Ritual Nyeleneh di Ponpes Pati Terbongkar, Mantan Pegawai Sebut Kiai Ashari Sering Lakukan Ini Setiap Malam Sebelum Cabuli Santriwati

Ayah korban berinisial M mengatakan langkah hukum yang diambil keluarganya bukan hanya untuk kepentingan anaknya, tetapi juga karena kekhawatiran masih banyak santriwati lain yang diduga mengalami perlakuan serupa.
Minggu, 10 Mei 2026 - 11:18 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus dugaan pencabulan yang menjerat Kiai Ashari, pendiri Ponpes Ndholo Kusumo di Pati, Jawa Tengah, terus menjadi perhatian publik setelah sejumlah korban dan saksi mulai membuka pengakuan mereka ke hadapan publik.

Dalam konferensi pers dengan kuasa hukum, seorang korban berinisial K (19) hadir bersama keluarga yang turut didampingi Hotman Paris. K mengaku memberanikan diri melapor demi mencegah munculnya korban lain di lingkungan pesantren.

“Ya soalnya udah banyak korban lain. Teman-teman saya tidak ada yang berani,” ujar K.

Ayah korban berinisial M mengatakan langkah hukum yang diambil keluarganya bukan hanya untuk kepentingan anaknya, tetapi juga karena kekhawatiran masih banyak santriwati lain yang diduga mengalami perlakuan serupa.

"Dari awal tujuan saya bukan untuk semata-mata saya atau anak saya, tapi saya di situ melihat banyak generasi anak-anak jadi korban," katanya.

Menurut M, jumlah santriwati di Ponpes Ndholo Kusumo cukup banyak sehingga ia khawatir dugaan tindakan serupa akan terus terjadi bila tidak diproses secara hukum. Ia mengaku sempat mendatangi sejumlah teman anaknya dan menemukan kesamaan cerita terkait perlakuan yang diduga dilakukan Kiai Ashari.

"Beberapa temannya saya datangi. Ternyata yang dikatakan anak saya itu saya cocok dengan apa yang dikatakan anak teman saya, apa yang diperlakukan, apa yang dilakukan oleh pak kiainya (Kiai Ashari) kepada anak-anak tadi," ujarnya.

Kesaksian lain datang dari S (47), mantan pekerja ponpes yang mengaku pernah bekerja di lingkungan pesantren selama sekitar 10 tahun. Ia menyebut sering melihat santriwati datang bergantian ke kamar pribadi Kiai Ashari dan menginap hingga pagi hari.

"Iya, selama di pondok itu. Ya berganti-ganti, menginapnya sama anak-anak gonta-ganti," kata S.

S juga mengungkap dugaan perilaku tersebut pernah memicu penolakan warga sekitar pada 2008 setelah muncul kabar seorang santriwati hamil dan kemudian dinikahkan dengan pria lain.

“Terus cewek ini dinikahkan sama orang lain. Terus setelah nikah, orang luarnya itu enggak mau mengakui kalau itu anaknya,” ungkapnya.

Namun, menurut S, isu tersebut tidak berlanjut ke proses hukum karena Kiai Ashari dikenal sebagai tokoh agama yang dihormati di lingkungan sekitar.

Sementara itu, tim kuasa hukum korban dari Hotman 911, Dewi Intan, mengungkap dugaan modus yang digunakan Kiai Ashari kepada para korban. Ia menyebut korban dibujuk dengan alasan penyembuhan penyakit fisik maupun batin.

“Waktu awal dia (AS) merayu mereka (korban) dengan bilang bahwa hal ini bisa melunturkan semua penyakit yang ada di dalam badan,” ujar Dewi.

Menurutnya, tekanan hingga tindakan kekerasan diduga dilakukan apabila korban menolak permintaan tersangka.

"Kalau misalnya mereka menolak itu biasanya juga sesekali dilakukan kekerasan dengan menoyor kepala,” katanya.

Pengakuan lain juga disampaikan seorang santriwati berinisial T dalam podcast bersama Denny Sumargo. T mengaku awalnya diminta memijat Kiai Ashari saat masih duduk di bangku SMP.

Menurut T, hubungan tersebut berkembang setelah dirinya sering diajak mengikuti kegiatan ziarah dan sholawatan bersama pengasuh ponpes.

"Berjalannya seiring waktu, terus bertahap, sering diajak ziarah, diajak pergi sholawatan. Biasanya berdua, biasanya rame-rame. Kalau santri kan melekatnya harus tawadu," kata T.

Ia mengaku setelah kegiatan tersebut kerap diminta menemani Kiai Ashari tidur di kamar dengan alasan spiritual dan penyembuhan penyakit hati.

"Iya, salah satu obat. Aku enggak nangkepnya gimana gimana. Cuma aku mikir 'emang aku seburuk itu'. Kadang mau kadang menolak juga. Takut sih pak, aku enggak pernah tidur beneran, cuma merem aja," ujarnya.

Dalam pengakuannya, T juga menyebut pernah diminta melakukan tindakan tidak senonoh dengan dalih tertentu.

"Pernah satu kejadian pak Kiai sampai bilang disuruh emut (alat kelamin), biar nanti ada darah daging di tubuh saya," ungkap T. (nba)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
02:11
01:30
05:41
02:16
05:19

Viral