- Cepi Kurnia/tvOne
Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Berhadiah Ratusan Juta Rupiah: Lombakan Kebersihan antar-UPTD Dinas PU, yang Terburuk Diumumkan secara Terbuka
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara berhadiah. Tak tanggung-tanggung, hadiahnya mencapai ratusan juta rupiah.
Hal ini diungkapkannya saat meninjau langsung ke sejumlah titik jalan provinsi di Tasikmalaya.
Saat melihat-lihat sekitar, Kang Dedi Mulyadi atau KDM langsung menyoroti kondisi kebersihan jalan.
KDM bahkan sempat berhenti untuk menegur petugas kebersihan UPTD setempat lantaran masih adanya tumpukan sampah plastik yang berserakan.
Melihat hal itu, Dedi Mulyadi lantas menekankan pentingnya menjaga estetika dan kebersihan jalan provinsi agar tidak kalah dengan wilayah lain.
Sebagai bentuk motivasi, Kang Dedi Mulyadi akhirnya mengumumkan sayembara antar-UPTD dengan hadiah total Rp100 juta bagi unit yang mampu menjaga wilayahnya paling bersih dan indah.
“Lombakan kebersihan dan keindahan antar-UPTD Dinas PU. Yang terbaik akan diberi hadiah dan yang terburuk akan diumumkan secara terbuka. Tasikmalaya harus kembali ke jati dirinya sebagai Kota Resik,” kata Dedi Mulyadi dikutip Senin (11/5/2026) dari laman bapenda.jabarprov.go.id dan YouTube KDM.
Hunian kumuh yang berdiri di lahan milik pemerintah atau sempadan jalan tak luput dari sorotannya.
Saat meninjau wilayah itu, KDM menemukan seorang warga lansia bernama Abah Maman.
Selama ini Abah Maman diketahui tinggal di gubuk kecil yang sangat tidak layak di atas drainase lahan milik PU Provinsi Jawa Barat.
Gubuk Abah Maman sangat memprihatinkan. Ditambah lagi tidak adanya fasilitas sanitasi yang memadai.
Sebagai langkah cepat, Dedi Mulyadi memberikan bantuan modal usaha masing-masing sebesar Rp5 juta kepada warga yang terdampak agar mereka dapat mencari tempat tinggal yang lebih layak dan memulai usaha kecil secara mandiri.
Lantas, KDM menginstruksikan UPTD dan Satpol PP Provinsi Jawa Barat untuk menertibkan bangunan liar di atas saluran air karena menghambat aliran drainase dan mempercepat kerusakan jalan.
“Pinggir jalan provinsi tidak boleh ada bangunan kumuh. Semuanya harus bersih dan tertata. Saluran air tidak boleh tersumbat agar jalan tidak cepat rusak akibat luapan air hujan,” tegas KDM.