news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kebakaran sejumlah gudang di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (11/5) malam..
Sumber :
  • Antara

Ledakan Beruntun Warnai Kebakaran Hebat Sejumlah Gudang di Jakarta Barat

Insiden kebakaran hebat yang melanda deretan gudang di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, pada Senin (11/5) malam, diiringi dengan rentetan ledakan keras. 
Selasa, 12 Mei 2026 - 03:25 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Insiden kebakaran hebat yang melanda deretan gudang di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, pada Senin (11/5) malam, diiringi dengan rentetan ledakan keras. 

Suara dentuman tersebut diduga kuat berasal dari tumpukan botol berisi bahan kimia serta tabung gas kecil yang tersimpan di dalam bangunan.

Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, mengonfirmasi bahwa banyaknya material mudah meledak membuat api sulit dikendalikan pada tahap awal.

"Ternyata gudang ini isinya banyak bahan kimia dan gas. Seperti tadi, banyak terjadi ledakan. Ledakannya itu berasal dari barang-barang kecil, seperti botol tiner, tapi mungkin bukan tiner. Awal-awal memang banyak sekali ledakan," terang Syaiful kepada awak media di lokasi kejadian.

Kondisi di lapangan sempat membahayakan petugas karena ledakan tersebut melontarkan berbagai benda ke udara. 

Selain ancaman fisik dari serpihan benda yang terbang, asap tebal yang membubung tinggi dikhawatirkan mengandung zat beracun, sehingga personel pemadam wajib mengenakan perlengkapan pernapasan khusus.

"Kalau dilihat, banyak lontaran-lontaran benda seperti botol parfum atau gas kecil yang terlempar ke atas. Asapnya juga kita belum tahu mengandung bahan kimia atau racun apa. Oleh karena itu, anggota yang masuk ke dalam wajib memakai alat bantu pernapasan," jelas Syaiful.

Selain tantangan berupa bahan kimia berbahaya, tim di lapangan juga harus menghadapi kendala teknis terkait ketersediaan air. 

Petugas terpaksa memaksimalkan satu-satunya akses pasokan air yang tersedia untuk terus menyiram titik api.

"Walaupun ada hambatan terkait pasokan air, mudah-mudahan tidak tersendat lagi, karena kita hanya punya satu jalur suplai air di sisi selatan," tambah Syaiful.

Hingga saat ini, otoritas terkait masih mendalami status kepemilikan bangunan-bangunan yang hangus tersebut, apakah berada di bawah satu manajemen atau milik beberapa pihak yang berbeda. 

Namun, kabar baiknya adalah tidak ada laporan mengenai pekerja atau warga yang menjadi korban dalam peristiwa ini.

"Untuk sementara nihil, tidak ada korban. Mudah-mudahan tidak ada korban jiwa," ujar Syaiful.

Hingga pukul 21.30 WIB, situasi di lokasi kebakaran menunjukkan api mulai melandai, meski kepulan asap pekat masih memenuhi udara. 

Beberapa kali kilatan cahaya yang diduga berasal dari korsleting listrik serta suara dentuman kecil masih terdengar dari puing-puing bangunan yang terbakar. (ant/dpi)


 

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:56
01:33
02:53
07:16
00:53
01:07

Viral