- istimewa
News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati
tvOnenews.com - Kabar mengenai modus pesan WhatsApp dari oknum Kiai, Ashari pengasuh ponpes di Pati saat tengah malam hingga dini hari.
Hingga, doktrin yang diberikan tersangka kasus dugaan pencabulan untuk melancarkan aksi bejatnya terhadap santriwati.
Kedua informasi tersebut menjadi News Terpopuler di tvOnenews.com pada Senin, 11 Mei 2026. Simak rangkuman beritanya berikut ini.
- kolase tvOnenews.com/Youtube FHI Multimedia/ X @neVerAl0nely___
Modus Pesan Tengah Malam Oknum Kiai
Dalam upaya menuntaskan kasus dugaan pencabulan yang terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengambil langkah untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban.
Langkah ini diambil setelah adanya temuan intimidasi hingga upaya suap untuk menghentikan perkara hukum tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun LPSK, tersangka AS yang merupakan pendiri pesantren diduga kuat menggunakan relasi kuasa dan manipulasi dalil keagamaan untuk menjerat para santriwati.
Modusnya, tersangka sering mengirimkan pesan melalui WhatsApp pada waktu-waktu tidak wajar, mulai dari tengah malam hingga dini hari, meminta korban untuk datang memijat atau menemaninya.
Korban yang masih berusia dibawah umur sering kali tidak berdaya. Pasalnya, mereka akan mendapat ancaman kekerasan fisik hingga dikeluarkan dari pondok pesantren jika berani menolak ajakannya.
Simak berita selengkapnya: Terbongkar Modus ‘Pesan Tengah Malam’ Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus
- Youtube FHI Multimedia
Doktrin Ashari Kepada Santriwati
Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi mengungkapkan doktrin yang diberikan Kiai Ashari untuk melancarkan aksi pencabulan terhadap santriwati.
Doktrin diberikan untuk membuat korban tidak berani melawan saat dicabuli.
“Modus operandi mendoktrin korban bahwa murid itu harus ikut apa kata guru agar murid dapat menyerap ilmu dari guru. Ini doktrin yang disampaikan oleh guru kepada korban,” ungkap Jaka, pada Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, doktrin tersebut diajarkan diduga untuk dimanfaatkan tersangka memuluskan aksi tak senonohnya kepada santriwati.
Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka diketahui telah melakukan perbuatan bejatnya sebanyak 10 kali kepada korban di lokasi yang berbeda.
Simak berita selengkapnya: Pantas Saja Santriwati Ponpes Ndolo Kusumo Pati Tidak Berani Lawan Kiai Ashari, Doktrin yang Diajarkannya Tak Main-main
(kmr)