news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Direktur Eksekutif Koordinator Daulat Energi, Ridwan Hanafi.
Sumber :
  • Istimewa

Surplus Listrik Nasional Harus Dimanfaatkan, Daulat Energi Dorong Percepatan Program Kompor Listrik Induksi

Koordinator Daulat Energi menyampaikan pandangan dan rekomendasi strategis kepada Presiden Republik Indonesia terkait percepatan program kompor listrik induksi sebagai solusi jangka pendek memperkuat ketahanan energi nasional di tengah proses transisi konversi LPG ke CNG dan pengembangan Dimethyl Ether (DME).
Selasa, 12 Mei 2026 - 12:02 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Koordinator Daulat Energi menyampaikan pandangan dan rekomendasi strategis kepada Presiden Republik Indonesia terkait percepatan program kompor listrik induksi sebagai solusi jangka pendek memperkuat ketahanan energi nasional di tengah proses transisi konversi LPG ke CNG dan pengembangan Dimethyl Ether (DME).

Dalam surat resmi yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Koordinator Daulat Energi menilai langkah Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam mendorong konversi LPG ke CNG rumah tangga serta hilirisasi batubara menjadi DME merupakan kebijakan strategis yang patut diapresiasi.

Namun demikian, berdasarkan perkembangan terbaru, implementasi kedua program tersebut masih membutuhkan waktu karena berada pada tahap kesiapan infrastruktur, uji teknis, dan pengembangan proyek.

“Pemerintah membutuhkan solusi transisi energi jangka pendek yang paling siap, realistis, dan dapat segera dijalankan untuk mengantisipasi potensi tekanan fiskal akibat kenaikan harga LPG dan energi global," kata Direktur Eksekutif Koordinator Daulat Energi, Ridwan Hanafi, kepada wartawan, Selasa (12/5).

Koordinator Daulat Energi memandang percepatan kembali program kompor listrik induksi menjadi pilihan kebijakan paling strategis dalam jangka pendek karena didukung sejumlah faktor utama.

Pertama : infrastruktur kelistrikan nasional dinilai paling siap dibandingkan pembangunan jaringan distribusi energi alternatif lainnya.

Sistem kelistrikan yang telah tersedia melalui PT PLN (Persero) memungkinkan implementasi berjalan lebih cepat dan efisien.

Kedua: sistem kelistrikan Jawa–Madura–Bali (Jamali) saat ini masih mengalami surplus pasokan listrik yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk sektor rumah tangga.

“Surplus listrik nasional seharusnya tidak dibiarkan menganggur. Kondisi ini justru dapat menjadi momentum strategis memperkuat substitusi energi rumah tangga berbasis listrik,” ujarnya.

Selain itu, penggunaan kompor listrik induksi dinilai memiliki tingkat efisiensi energi yang lebih tinggi dibandingkan LPG, sekaligus memungkinkan subsidi energi menjadi lebih terukur dan tepat sasaran melalui sistem pelanggan berbasis data milik PLN.

Koordinator Daulat Energi juga menilai program kompor listrik induksi sangat sejalan dengan agenda transisi energi nasional Presiden Prabowo, khususnya dalam meningkatkan porsi energi baru terbarukan dan mendukung target Net Zero Emission tahun 2060.

Menurut Daulat Energi, migrasi bertahap dari LPG ke kompor listrik induksi bukan hanya berpotensi mengurangi impor LPG, tetapi juga mempercepat integrasi energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, air, dan biomassa ke dalam sistem kelistrikan nasional.

“Program ini bukan sekadar soal kompor rumah tangga, tetapi bagian dari strategi besar kemandirian energi nasional,” tegas Ridwan.

Koordinator Daulat Energi juga menilai program kompor listrik induksi sebenarnya telah memiliki landasan kajian yang cukup matang. Pada tahun 2022, Kementerian ESDM bersama PT PLN (Persero) telah melakukan berbagai kajian teknis, ekonomi, serta proyek percontohan di sejumlah daerah.

Dalam keterangannya, Daulat Energi turut menyoroti tingginya beban impor LPG nasional yang menurut data Kementerian ESDM mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun dengan nilai mencapai Rp120–150 triliun. Di sisi lain, alokasi subsidi dan kompensasi listrik tahun 2025 tercatat mencapai sekitar Rp210 triliun.

Karena itu, Koordinator Daulat Energi memandang percepatan program kompor listrik induksi dapat menjadi langkah strategis untuk mengurangi tekanan impor energi, memperkuat efisiensi subsidi, serta meningkatkan pemanfaatan kapasitas listrik nasional secara optimal.

 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

22:38
01:15
09:13
05:50
05:33
01:05

Viral