news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang.
Sumber :
  • tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Anak Orang Kaya Bisa Tolak Makan Bergizi Gratis, BGN Bongkar Cara Resmi Menolaknya

BGN menyebut siswa dari keluarga mampu boleh menolak program Makan Bergizi Gratis. Penolakan bisa dilakukan lewat sekolah secara lisan atau tertulis.
Selasa, 12 Mei 2026 - 16:27 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto ternyata tidak wajib diterima seluruh siswa. Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan anak dari keluarga mampu atau siswa yang sudah tercukupi kebutuhan gizinya diperbolehkan menolak program tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang usai muncul pernyataan Presiden Prabowo yang menyebut dirinya tidak mempermasalahkan jika anak orang kaya menolak MBG.

Menurut Nanik, sejak awal program MBG memang tidak bersifat memaksa, khususnya bagi masyarakat yang dinilai sudah mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri.

“Apa yang disampaikan presiden sudah benar, memang tidak ada paksaan,” ujar Nanik dikutip dari Detikcom, Selasa (12/5/2026).

Anak Orang Kaya Bisa Tolak MBG Lewat Sekolah

BGN menjelaskan mekanisme penolakan program MBG sebenarnya cukup sederhana. Sekolah bisa langsung menyampaikan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) apabila para siswa di sekolah tersebut memilih tidak menerima bantuan makan gratis.

Penolakan bisa dilakukan secara lisan maupun tertulis.

“Cara menolaknya adalah tinggal menyampaikan lisan atau tulisan oleh sekolah, ‘kami tidak menerima MBG,’ begitu,” kata Nanik.

Dengan mekanisme tersebut, sekolah yang mayoritas siswanya berasal dari keluarga mampu dapat memilih untuk tidak ikut dalam program MBG.

MBG Tidak Dipaksakan untuk yang Sudah Mampu

Nanik menegaskan tujuan utama program MBG adalah membantu pemenuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan dukungan asupan makanan sehat.

Karena itu, masyarakat yang sudah mampu memenuhi kebutuhan gizinya sendiri tidak diwajibkan menerima bantuan dari negara.

Menurutnya, keputusan untuk menolak MBG justru dapat membuat penggunaan anggaran menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.

“Dari awal kan memang program ini untuk pemenuhan gizi, jadi yang sudah terpenuhi gizinya ya memang nggak apa-apa menolak, biar efisien di anggaran,” ujarnya.

Pernyataan Prabowo Jadi Sorotan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan dirinya tidak mempermasalahkan apabila anak-anak dari keluarga kaya memilih menolak program makan bergizi gratis.

Pernyataan itu kemudian memunculkan perdebatan di masyarakat mengenai apakah program MBG bersifat wajib atau sukarela.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

22:38
01:15
09:13
05:50
05:33
01:05

Viral