- tvOnenews - Abdul Gani Siregar
Mensos Bongkar Ada Ribuan Penerima Bansos Dipakai Buat Judol, 600 Ribu Pernah Dicoret Kini Tinggal 75 Keluarga
Ke depan, Kementerian Sosial akan menyerahkan data terbaru hasil pemutakhiran Badan Pusat Statistik (BPS) kepada PPATK untuk dilakukan pemadanan ulang agar potensi penyalahgunaan bansos bisa ditekan lebih dini.
“Nah, tahun ini kami akan juga mencoba untuk menyerahkan data-data terbaru hasil pemutakhiran BPS kepada PPATK untuk dilakukan pemadanan, sekaligus menjadi koreksi jika ada KPM-KPM yang terlibat di dalam bidang tersebut,” katanya.
Terkait status penerima bansos yang sudah dicoret karena judol, Gus Ipul menegaskan mayoritas pencoretan kini bersifat permanen. Pemerintah hanya memberi kesempatan sekali bagi sebagian kecil penerima yang benar-benar terbukti masih membutuhkan bantuan.
“Sampai sekarang ya kita sudah, sudah permanen ya. Kemarin yang tahun lalu masih kita beri sekali lagi kesempatan. Kita beri sekali kesempatan. Tidak semua juga, hanya pihak tertentu setelah hasil kroscek memang mereka sangat membutuhkan,” jelasnya.
Ia memperingatkan penerima yang kembali mengulangi pelanggaran akan dihapus permanen dari sistem bantuan sosial.
“Tetapi tentu kita beri pendampingan, jangan sampai mengulang lagi. Kalau mengulang lagi, akan kita coret selamanya,” tegas Gus Ipul.
Menurutnya, tren penurunan jumlah penerima bansos yang terlibat judi online menjadi indikator bahwa sistem pengawasan mulai berjalan efektif.
“Tapi yang tadi kesimpulannya adalah bahwa ini sudah ada penurunan yang luar biasa. Dari 600.000 tinggal 11.000, dan 11.000 pun itu sudah kita coret di triwulan pertama. Di triwulan kedua ini menyisakan 75 keluarga atau KPM itupun sudah kita coret,” tutupnya. (agr/aag)