news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Indri Wahyuni, juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube MPRGOID

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Rabu, 13 Mei 2026 - 01:41 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Sosok Indri Wahyuni menjadi sorotan. Ia viral usai polemik dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Indri Wahyuni sebagai salah satu dewan juri Lomba Cerdas Cermat ini. Polemik terjadi saat Final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalbar di Pontianak, Sabtu (9/5/2026).

Dalam ajang LCC ini, sembilan sekolah menengah atas di Kalimantan Barat mengikuti lomba tersebut. Tiga sekolah yang lolos ke babak final, yakni SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.

Polemik LCC ini terjadi saat sesi rebutan jawaban yang diunggah melalui kanal YouTube MPRGOID. Para peserta berusaha menjadi tercepat menjawab pertanyaan "DPR dalam memilih anggota BPK, wajib memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?".

Regu C dari SMAN 1 Pontianak sebagai peserta pertama yang langsung siap menjawab pertanyaan tersebut. Dalam video viral, seorang siswi mewakili regunya menjelaskan terkait aspek pemilihan anggota BPK.

"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," ucap siswi dari Regu C SMAN 1 Pontianak dikutip, Rabu (13/5/2026).

Para peserta ajang Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube MPRGOID

Salah satu dewan juri, Dyastasita WB selaku Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI merespons jawaban tersebut. Penjelasan dari Regu C dinilai kurang tepat berujung pengurangan lima poin.

Kesempatan menjawab dilemparkan kepada peserta Regu B dari SMAN 1 Sambas. Menariknya, jawaban yang dilontarkan serupa namun diberikan nilai 10 dengan alasan "Inti jawaban sudah benar" meski dibalut substansi yang sama.

Sementara, jawaban dari Regu C justru disalahkan oleh dewan juri. Keputusan itu mengundang protes dari seorang perwakilan yang merasa timnya dirugikan.

"Izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama," ucap seorang perwakilan dari Grup C.

Indri Wahyuni sebagai salah satu juri menyikapi jawaban tersebut. Ia menyebut diperlukan aspek artikulasi yang jelas saat menjawab pertanyaan.

"Begini ya, sudah diingatkan dari awal, artikulasi itu penting ya. Jadi, biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas ya," ucap Indri Wahyuni.

"Kalau menurut kalian sudah (benar), tapi dewan juri menilai kalian tidak, karena mendengar artikulasi kalian dengan jelas, itu artinya dewan juri berhak memberikan nilai minus lima," lanjutnya.

Grup C meminta keputusan tersebut dipertimbangkan kembali sehingga cuplikan pernyataan dari dewan juri viral di media sosial. Warganet memberikan beragam reaksi, ada yang berharap evaluasi, ada juga ingin mengetahui seputar profil dan rekam jejak Indri.

Siapa Indri Wahyuni?

Terkait profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, merujuk dari laman resmi MPR RI per 11 Mei 2026, sosok Indri sudah tak asing di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR RI.

Indri memiliki jabatan penting. Ia kini di posisi sebagai Kepala Bagian Sekretarian Badan Sosialisasi MPR RI.

Adapun latar belakang pendidikannya mengacu pada bidang pemerintahan. Selain itu, Indri juga berkecimpung dalam urusan administrasi.

Indri mempunyai gelar sarjana penting. Pertama, ia menyabet gelar Saarjana Ilmu Pemerintahan (S.I.P).

Sementara, Indri Wahyuni melanjutkan S2 di bidang administrasi sehingga ia mendapat gelar Magister Administrasi (M.A.).

Dalam awal kariernya, ia membangun dari jalur aparatur sipil negara. Hal tersebut telah dilalui sejak awal tahun 2000-an.

Mengenai bidang di awal kariernya, ia menikmati posisi sebagai staf administrasi dan perencanaan. Dalam perjalanannya, ia selalu mengutamakan aspek ketelitian hingga kemampuan komunikasi.

Selain itu, kariernya harus disertai dengan pemahaman terhadap materi kebangsaan. Perjalanannya membawa ia memiliki jabatan dalam struktural di lingkungan MPR RI.

Tak ayal, ia yang menjabat sebagai Kepala Bagian Sekretarian Badan Sosialisasi tentu sering terlibat di berbagai kegiataan dari kelembagaan. Contoh sederhananya saat ini pelaksanaan ajang LCC 4 Pilar MPR RI.

MPR RI Klarifikasi Polemik LCC Empat Pilar 2026

Sekretariat Jenderal MPR RI menyikapi polemik ini. MPR menyampaikan pernyataan permohonan maaf hingga menonaktifkan dewan juri dan MC dalam ajang LCC Empat Pilar 2026.

"Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC pada kegiatan LCC ini," tulis MPR RI dalam pernyataan melalui media sosial resminya.

"MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan agar pelaksanaannya ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel."

MPR RI mengapresiasi seluruh peserta. Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada guru pendamping hingga masyarakat yang antusias memperhatikan pelaksanaan lomba ini secara penuh.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:10
01:22
05:11
01:38
03:33
22:38

Viral