- jabarprov.go.id
Geram Lihat Kekumuhan di Cirebon, Dedi Mulyadi Ungkap 4 Keraton akan Dipercantik: Kita Bukan Menjual Keraton
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti rendahnya durasi kunjungan wisatawan di Kota Cirebon yang rata-rata hanya bertahan satu hari.
Untuk mengatasi hal tersebut, ia berencana melakukan perombakan besar-besaran terhadap estetika kota, khususnya di kawasan empat keraton bersejarah: Kasepuhan, Kacirebonan, Kanoman, dan Kaprabonan.
Pria yang akrab disapa KDM ini menegaskan bahwa penataan ini bukan sekadar mengejar keindahan fisik, melainkan untuk membangun sebuah warisan kepemimpinan yang berlandaskan sejarah.
"Tidak boleh lagi ada sampah bertebaran dan kekumuhan. Saya tak ada keinginan apapun kecuali legacy ketika memimpin, bahwa ketika Deddy Mulyadi memimpin dengan spirit Padjadjaran, Keraton Kasepuhan, Kacirebonan, Kanoman, Kaprabonan, semuanya harus tertata rapi seperti masa lalu. Tak usah lagi hanya bicara anggaran provinsi, banyak yang ingin membantu berpartisipasi," ujar KDM di sela kegiatan Kirab Budaya Mahkota Binokasih Napaktilas Padjadjaran, Minggu (10/5) malam.
KDM menilai, suasana Cirebon saat ini kehilangan sentuhan emosional dan historisnya sehingga membuat pengunjung kurang nyaman.
Ia pun mengajak jajaran pimpinan daerah setempat untuk melakukan pembenahan dengan pendekatan hati.
"Saya dapat cerita, kunjungan ke keraton di Cirebon itu rata-rata sehari pulang karena hanya melihat keraton, matanya tidak bisa lagi memandang Cirebon yang indah. Atmosfernya terlalu panas. Suasana historikal, suasana sosial, dan suasana cinta kasihnya hilang. Maka saya mengajak kepada Bupatinya juga Walikotanya, mari kita gunakan cinta dalam menata kota," tuturnya tegas.
Rencana besar KDM mencakup pembersihan sampah, perbaikan trotoar, hingga normalisasi sungai agar kembali jernih.
Namun, ia memberikan peringatan keras bahwa seluruh renovasi ini bertujuan untuk pelestarian, bukan untuk komersialisasi aset oleh oknum tertentu.
"Kita bukan menjual keraton tapi kita merawat keraton, kita bukan menjual makam tapi kita merawat makam," tambahnya.
Proyek penataan ini merupakan bagian dari visi KDM dalam rangkaian Milangkala Tatar Sunda yang menyasar beberapa kota kunci di Jawa Barat.
Ia pun membocorkan nama-nama ikon baru yang akan dibangun sebagai penanda sejarah di wilayah-wilayah tersebut.
"Di Karawang nanti akan saya bangun Pelataran Cinta. Di Bogor, saya juga akan membangun Pelataran Binokasih. Maka tahun depan, di Cirebon dari sejak tadi saya berangkat sampai sini, nanti akan saya bangun Pelataran Caruban," ujar Dedi Mulyadi. (ant/dpi)