- Bakom
Pemerintah Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, 19.312 Huntara Rampung dan Rp860 Miliar Digelontorkan
Jakarta, tvOnenews.com — Pemerintah terus menggeber percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera.
Hingga pertengahan Mei 2026, puluhan ribu hunian sementara (huntara) dan permanen untuk korban banjir serta longsor telah dibangun, disertai gelontoran bantuan ratusan miliar rupiah untuk menopang kehidupan para penyintas.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PRR) mencatat sebanyak 19.312 unit hunian sementara (huntara) telah berdiri dari total target 20.338 unit.
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Muhammad Qodari mengatakan pemerintah masih terus menuntaskan sisa pembangunan huntara di sejumlah titik terdampak bencana.
“Hunian sementara atau huntara, berdasarkan data Satgas PRR per 12 Mei 2026, dari total target 20.338 unit sebanyak 19.312 (unit) telah selesai dibangun,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
Tak hanya huntara, pemerintah juga mempercepat pembangunan hunian tetap bagi korban bencana di Sumatra.
Hingga saat ini, sebanyak 39.335 unit rumah permanen telah dibangun melalui kolaborasi lintas lembaga dan sektor.
Proyek pembangunan tersebut melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Polri, Yayasan Buddha Tzu Chi, Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan (Polkam), hingga Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Di tengah upaya pemulihan fisik, pemerintah juga menggelontorkan berbagai bantuan keuangan untuk menjaga keberlangsungan hidup masyarakat terdampak bencana.
Salah satunya melalui program dana tunggu hunian (DTH) yang telah disalurkan penuh kepada puluhan ribu kepala keluarga di tiga provinsi.
“Data Satgas PRR pada 12 Mei 2026, sebesar 600.000 per bulan per KK dan disalurkan sekaligus untuk tiga bulan sebesar Rp1,8 juta per KK. Penyaluran DTH telah mencapai 100 persen kepada 20.767 KK. Terdiri dari 13.547 KK di Aceh, 4.288 KK di Sumatera Utara, dan 2.932 KK di Sumatera Barat,” urainya.
Selain bantuan tunai, pemerintah juga menyalurkan dana perbaikan rumah untuk puluhan ribu unit hunian yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Qodari menyebut sebanyak 31.007 unit rumah telah menerima bantuan dengan total anggaran mencapai Rp655 miliar.
Rinciannya, sebanyak 18.335 unit rumah rusak ringan menerima bantuan Rp15 juta per unit, sedangkan 12.672 unit rumah rusak sedang memperoleh Rp30 juta per unit.