news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 di Kalimantan Barat.
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube MPRGOID

Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik di publik usai aksi dewan juri yang menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak.
Kamis, 14 Mei 2026 - 00:39 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik di publik usai aksi dewan juri yang menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak.

Akibat perilaku ketidakadilan dewan juri LCC, MPR RI pun turun tangan menyampaikan permohonan maaf.

Kendati demikian, publik masih bertanya-tanya terkait dua dewan juri LCC 4 Pilar MPR RI yakni Indri Wahyuni dan Dyastasita Widya Budi tak kunjung menyampaikan permohonan maaf secara terbuka akibat polemik yang terjadi.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani (ketiga kiri) menyampaikan keterangan soal gugurnya prajurit TNI akibat serangan Israel di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Sumber :
  • ANTARA/Fath Putra Mulya

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani bahkan menyebut jika permohonan maaf telah disampaikan secara kelembagaan.

"Di lembaga MPR kan sudah disampaikan oleh Pak Sekjen. Salah satu pimpinan kita sudah menyampaikan permohonan maaf, jadi itu sudah mewakili keseluruhan termasuk juri," kata Ahmad Muzani dalam konferensi persnya, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Ahmad Muzani mengaku jika pihaknyabtelah meminta klarifikasi terhadap dua dewan juri tersebut.

Tak hanya itu, pihaknya juga menetapkan pengulangan laga final LCC 4 Pilar MPR RI akibat polemik yang terjadi.

"Sudah kita panggil, sudah kita tegur (dewan juri-red). Lomba Cerdas Cermat ditingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang," jelasnya.

Pengakuan Dewan Juri Anulir Jawaban Peserta SMAN 1 Pontianak

Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR RI, Siti Fauziah pun mengakui jika kedua dewan juri tersebut telah memenuhi panggilan pihaknya.

Menurutnya kedua dewan juri turut dijatuhkan sanksi oleh lembaga MPR RI terkait polemik yang muncul di publik.

"Jadi sanksi untuk juri adalah salah satunya menonaktifkan dalam kegiatan Lomba Cerdas Cermat di tahun 2026 ini ya. Jadi itu sudah disampaikan, itu sanksinya diberikan," kata Siti.

Buntut Polemik LCC MPR RI Kalbar Berujung Lomba Ulang, Juri dan MC Dinonaktifkan
Sumber :
  • Kolase tim tvOnenews

Meski demikian, Siti mengatakan kedua dewan juri menjelaskan alasannya menganulir jawaban siswa SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban SMAN 1 Sambas.

Menurutnya pengakuan kedua dewan juri ditengarai adanya kendala teknis berupa sound atau pengeras suara dari peserta. 

"Itu adalah kendala teknis. Jadinya memang ada beberapa hal yang mungkin saya tidak mengungkapkan lebih jauhnya, karena ada beberapa aturan-aturan gitu kan, yang akhirnya mungkin kendala teknis sound dan lain-lainnya itu yang kita akan juga evaluasi," ungkapnya.

Juri LCC Empat Pilar MPR RI Unggah Status WhatsApp

Nama Indri Wahyuni menjadi perbincangan hangat publik usai viral video Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinisi Kalimanatan Barat (Kalbar) diduga miliki unsur kecurangan.

Lantas Indri Wahyuni pun menuai kritik tajam dari pbulik dengan sikapnya yang enggan mengklarifikasi atau menyampaikan permohonan maaf terkait kesalahan penilaian dirinya sebagai juri LCC tersebut.

Tak sampai di situ, netizen pun lantas memburu sejumlah akun media sosial Indri Wahyuni usai video dirinya yang mengkritik pembelaan seorang peserta lomba itu.

Polemik pun terus bergulir dengan viralnya status Whatsapp Indri Wahyuni yang tersebar diberbagai akun media sosial.

Buakan menyesal ataupun menyampaikan permintaan maaf, Indri Wahyuni justru memberikan pembelaan terkait keputusannya sebagai dewan juri.

"Jawaban sapu jagad tapi ga ada yang mau buka ini. Seoalah-olah jawaban tersebut benar. Sekaolah yang menang dinilai tidak pantas menang. Padahal hasil akhir tetap sekolah tersebut yang menang. Semoga ada jalan untuk sekolah tersebut membuktikan diri di nasional bahwa mereka pantas menang dan jadi juara," tulis status yang disebutkan curhatan dari Indri Wahyuni dilihat pada Rabu (13/5/2026).

Lantas pernyataan yang dialayangkan lewat status Whatsapp milik Indri Wahyuni itu pun kemabli menuai polemik dari warganet.

Pasalnya, berbagai paltform media sosial dan penggunanya menilai Indri Wahyuni justru enggan meminta maaf justru membela sekolah yang menjadi peserta dan menjadi juara dari LCC.

Publik menilai Indri wahyuni tak menjaga integritas dan netralitasnya sebagai dewan juri yang tak sepatutnya menyatakan pembelaan terhadap salah satu sekolah yang menjadi peserta lomba.

"Cuma karena sekolah tersebut tidak terkenal lalu tidak pantas dibanggakan?. Itu sekolah jauh, terpencil dan bekas wilayah konflik tahun 1999. Bukankah semangatnya adalah siapaun yang maju mewakili provinsi harus diabnggakan?. They deserve teh win, that's all... May Allah bless their way to go to Grand Final," tulis Indri Wahyuni.

Adapun dalam LCC MPR RI 2026 yang menjadi polemik itu SMAN 1 Sambas dianyatakan menang dan berhak melaju ke tahap perlombaan tingkat nasional meski terdapat polemik terkait viralnya jawaban yang dibenarkan oleh dewan juri.

Sementara SMAN 1 Pontianak harus puas dnegan peringkat ke-2 usai dewan juri tak memberi tambahan poin meski menyuarakan kebenaran akan jawaban yang diberikan dan justru mendapatkan pengurangan poin.(raa)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:40
01:00
01:47
01:13
06:09
01:54

Viral