- Sekretariat Presiden
Bahlil Ungkap Mega Proyek Listrik ASEAN, Filipina Segera Gabung Jaringan Trans Borneo
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap, langkah besar Indonesia dalam membangun konektivitas listrik regional Asia Tenggara.
Pemerintah kini tengah memperluas jaringan Trans Borneo Power Grid yang tidak hanya menghubungkan Indonesia dan Malaysia, tetapi juga akan segera terintegrasi dengan Filipina.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari strategi jangka panjang Indonesia untuk memperkuat distribusi energi lintas negara sekaligus memperbesar posisi Indonesia dalam rantai pasok listrik kawasan ASEAN.
“Sekarang kan kita sudah bangun jaringan antara Malaysia-Indonesia. Sebentar lagi akan masuk Filipina,” ujar Bahlil, di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, dikutip Kamis (14/5/2026).
Bahlil menjelaskan, kerja sama jaringan listrik lintas negara itu sudah berjalan antara Indonesia dan Malaysia. Dalam skema tersebut, Indonesia mengimpor listrik dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Malaysia untuk memenuhi kebutuhan energi di wilayah Kalimantan.
Menurut dia, model kerja sama energi regional seperti itu memberikan keuntungan bagi semua pihak karena mampu memperluas akses listrik dengan harga yang lebih efisien, termasuk untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil.
“Itu bagus. Harganya cengli (masuk akal),” ujar dia.
Pengembangan Trans Borneo Power Grid juga disebut membuka peluang terciptanya integrasi sistem energi ASEAN yang selama ini menjadi agenda besar negara-negara di kawasan.
Dengan sistem transmisi yang saling terkoneksi, distribusi listrik dinilai bisa menjadi lebih stabil dan efisien.
Di sisi lain, Bahlil juga menyinggung rencana Singapura yang ingin membeli listrik bersih dari Indonesia.
Namun, ia menegaskan pemerintah tidak ingin terburu-buru menyepakati ekspor energi tanpa skema harga yang dinilai adil bagi kepentingan nasional.
Menurut Bahlil, Indonesia tidak ingin hanya menjadi pemasok energi murah tanpa mendapatkan keuntungan yang sepadan dalam kerja sama tersebut.
“Untuk Singapura, kita kan juga akan ekspor tapi harganya harus cengli. Selama itu belum kita bicara tentang win-win, maka saya pikir penting untuk melakukan kajian yang lebih mendalam,” tandas dia.
Pemerintah mulai lebih agresif dalam menjaga nilai ekonomi sumber daya energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan listrik bersih di kawasan Asia Tenggara. (agr/muu)