news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ibu asal Surabaya, WS menceritakan kronologi menjadi korban kasus love scamming Rp2,1 miliar oleh warga Cirebon keturunan Kamerun, Heric Simphorien Mbouya.
Sumber :
  • tvOneNews

Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Wanita Surabaya, WS mengadu ke Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) imbas jadi korban penipuan & perampokan lewat love scamming warga Cirebon keturunan Kamerun.
Jumat, 15 Mei 2026 - 03:20 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - WS, wanita asal Surabaya menjadi korban love scamming sebesar Rp2,1 miliar oleh warga asal Kabupaten Cirebon keturunan Kamerun mendapat perhatian dari Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).

KDM menyoroti kasus penipuan dan perampokan bersenjata setelah WS bersuara di ruang publik. Ibu asal Surabaya itu pernah menyampaikan surat terbuka berisi tiga halaman dalam konferensi pers di Cirebon, Senin (8/12/2025).

Dalam momen itu, WS meminta bantuan kepada KDM. Ia pun membacakan surat yang ditujukan kepada Gubernur Jabar agar segera menangkap pelaku yang mengaku sebagai pegawai UNICEF.

"Surat Terbuka untuk Bapak Dedi Mulyadi. Pak Dedi Mulyadi, saya memohon pertolongan Bapak. Saya mengalami penipuan dan perampokan yang dilakukan warga Bapak. Warga Bapak menipu dan merampas uang saya sebanyak Rp2,1 miliar dengan sangat kejam dan tak berhati. Saya ditipu dan dirampok dengan metode kejahatan yang disebut dengan metode love scam," tulis WS dalam surat terbuka tersebut dikutip tvOnenews.com, Jumat (15/5/2026).

Kronologi Wanita Surabaya Jadi Korban Kasus Penipuan Lewat Love Scamming Warga Cirebon Keturunan Kamerun

Ibu tunggal asal Surabaya, WS menunjukkan identitas warga Cirebon keturunan Kamerun yang menjadi pelaku kasus penipuan dan perampokan bersenjata lewat metode love scamming
Sumber :
  • tvOneNews

WS menceritakan kronologi dirinya menjadi korban penipuan dan perampokan bersenjata. Pelaku yang melakukannya merupakan warga Kabupaten Cirebon.

WS menyebut pelaku bernama Heric Simphorien Mbouya. Sementara, pelaku mengaku sebagai warga negara Prancis bernama William Lebaux.

Berdasarkan hasil penelusuran, Heric Simphorien Mbouya merupakan pria keturunan Kamerun. Pelaku merupakan warga Perumahan Kedawung Regency, Desa Kalikoa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Terkait menjadi korban love scamming, hal ini bermula saat WS menginap di sebuah apartemen menara di Jakarta pada September 2024. Kala itu, ia akan terbang ke Australia untuk mengikuti lomba maraton.

"Saya lagi treadmill pagi, saya ada keperluan dekat situ jadi saya menginap di situ," ujar WS.

WS mengaku di momen itu tiba-tiba didekati oleh seorang pria dan memperkenalkan diri bernama William Lebaux. Pelaku mengaku bekerja di UNICEF.

Pelaku menjelaskan kepada WS bahwa dirinya akan kembali ke Prancis. Sebab, Heric mengaku sudah satu bulan berada di Indonesia.

WS menuturkan, pelaku mengaku akan kembali ke Indonesia. Namun, Heric menjelaskan kalau dirinya sama sekali tidak begitu mengetahui tentang Indonesia.

"Dia meminta izin untuk punya teman Indonesia sehingga meminta nomor kantor saya. Ya jelas saya menolak karena dia mohon-mohon dan saya menawarkan agar DM di Instagram," jelasnya.

Pelaku mengaku tidak bermain media sosial. Hingga akhirnya, WS memberikan nomor kontak ponsel miliknya dan untuk melanjutkan komunikasi.

Suatu waktu anak dari ibu tunggal tersebut study tour dari Belgia menuju Prancis. Hal mengejutkan situasi ini diketahui oleh pelaku sehingga meminta izin untuk menelepon dirinya.

Mulai dari sinilah pelaku menceritakan kisah pilunya. Tujuannya berusaha menarik simpati WS.

WS mengaku dirinya sangat berempati dan kasihan kepada Heric. Salah satu hal pilu yang membuat WS bergetar saat pelaku bercerita bahwa sang istri meninggal dunia akibat insiden pesawat jatuh.

"Akhirnya dia kerja di Indonesia, tapi kemudian dia memutuskan untuk balik. Saya hanya bisa menyemangati dan memberikan pandangan-pandangan basic," katanya.

Ia selalu bersikap ramah kepada Heric. Bahkan, ia sudah bertemu dengan pelaku sebanyak delapan kali.

Seiringnya waktu, ia mulai merasa seperti robot selalu dimintai tolong untuk mengirim uang. Mulanya, ibu tunggal asal Surabaya itu diminta sebesar Rp5 miliar.

Namun, ia hanya bisa mengumpulkan uang sebesar Rp2,1 miliar, salah satunya dari hasil menjual aset dan rumah. Ia mengaku saat itu masih belum menyadari kenapa rela melakukan hal itu.

"Puncaknya, saya nggak banget, nggak di logika nalar itu, saya bisa mengumpulkan uang saya terus disuruh ditukar menjadi dolar US," ucapnya.

Selepas itu, WS tiba-tiba diajak ke Jakarta. Ia pun menerima permintaan tersebut sehingga rela membawa mobil menuju Jakarta. Seusai tiba, ada mobil lain dan dua ojek online (ojol) yang datang.

Momen mencekam terjadi saat diduga seseorang berasal dari Ambon menodong senjata api pistol. Saat itu uang Rp2,1 miliar miliknya sudah berada di tas Henric.

"Saya juga dikejar sambil ditodong pistol oleh orang Ambon, saya cuma bisa angkat tangan. Kemudian, ada dua orang ojol mengambil koper di bagasi kayak sudah tahu letak (uang Rp2,1 miliar) semua, kemudian mereka pergi bareng," bebernya.

Kejadian ini langsung mendorong WS ke kantor UNICEF di Jakarta. Dari sinilah, korban baru menyadari bahwa dirinya telah ditipu dan terjerat love scamming oleh pelaku.

"Dan ternyata semua ceritanya itu bohong. Tidak ada William Lebaux kerja di UNICEF," kagetnya.

WS langsung melaporkan kejadian ini ke polisi. Ia bahkan coba berusaha menelusuri jejak pelaku sehingga menemui istri serta mertua pelaku yang disebut sebagai keluarga kaya di Kabupaten Cirebon.

"Si istri berinisial VS itu sudah mengaku di depan polisi, di depan Pak RT, dan warga di sana bahwa dia menerima tapi sudah dipakai untuk bayar utang. Ketika saya meminta dikembalikan uangnya, saya diblok dan lalu menghilang," paparnya.

"Saya coba ke mertuanya tapi cuek banget, diam aja. Kayak si pelaku, istri, sama mertua sangat solid banget. Saya cuma ingin meminta uang saya balik karena itu hasil dari keringat saya," tambahnya.

Reaksi KDM

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • jabarprov.go.id

Melalui Instagram pribadinya pada Kamis (14/5/2026), KDM menanggapi jeritan dari WS. Ia berterima kasih lantaran ibu tunggal tersebut bersuara agar Pemprov Jabar ikut menuntaskan kasus ini.

Dedi Mulyadi mengaku sudah memahami musibah dialami WS. Pemprov Jabar sudah berkoordinasi dengan tim pengacara dari Jabar Istimewa untuk menyikapi kasus ini.

Kata mantan Bupati Purwakarta itu, kasus ini juga sudah sampai ke Mabes Polri. Pihak Kepolisian telah mendeteksi pelaku melarikan diri ke Malaysia.

"Sudah masuk DPO (Daftar Pencarian Orang) dari Mabes Polri," ungkap KDM.

KDM juga menyoroti soal pihak keluarga pelaku penipuan dan perampokan bersenjata ini. Menurutnya, mereka tidak berkaitan dengan kasus ini dan tidak sembarang menetapkan keluarga pelaku sebagai tersangka.

"Semoga DPO-nya segera ditemukan dan kasus ini segera selesai. Mohon maaf apabila ada keterlambatan dari kami. Kami sifatnya memfasilitasi agar seluruh hal bisa terselesaikan dengan baik," tukas Dedi Mulyadi.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:58
01:37
01:13
02:09
01:10
07:35

Viral