- Tangkapan layar YouTube Pengacara Toni
Misteri Hilangnya Aman Yani, Sosok yang Dituduh Ririn Jadi Otak Kasus Pembunuhan Keluarga Haji Sahroni di Indramayu
"Aman Yani sendiri aja enggak ada. Kami sendiri aja lagi cari enggak ketemu. Itu enggak apa-apa (ditolak), uang itu juga bukan hak saya. Lebih baik enggak dapat uang itu, tapi kakak saya pulang," tuturnya.
Orang Misterius Ngaku Kuasa Hukum Aman Yani
Setelah itu, Titi menjelaskan, pihak keluarga didatangi oleh dua orang misterius. Mereka mengaku berstatus sebagai kuasa hukum Aman Yani.
Kedatangan mereka untuk meminta nomor kontak pihak keluarga. Nantinya, Aman Yani akan menghubungi keluarganya, termasuk Titi.
"Setelah itu yang mengaku Aman Yani menghubungi kakak saya via SMS. Di situ ngobrol-ngobrol, ujung-ujungnya kakak saya si Uyat ini disuruh ketemu sama si Ririn," katanya.
Pihak keluarga pun bertemu dengan Ririn. Alasannya lantaran disuruh Aman Yani untuk membantu terdakwa pembunuhan keluarga Haji Sahroni tersebut.
"Ketemu kasih duit Rp300.000 kalau enggak salah karena ada amanat dari yangg ngaku Aman Yani. Tadinya disuruh kirim Rp1 juta buat ongkos transportasinya karena dia membantu Aman Yani," ucapnya.
Kejanggalan mulai terjadi saat Ririn meminta Kakak Titi, Uyat mengaku sebagai Aman Yani. Tujuannya untuk memudahkan proses pencairan dana pensiun milik Aman.
"Enggak dilakukan, ini udah enggak benar. Tapi, kakak saya ini masih ngobrol-ngobrol via SMS sama yang ngaku Aman Yani," bebernya.
Keluarga Disuruh Bayar Utang Aman Yani
Lanjut, Titi mengatakan pihak keluarga cukup terkejut. Pihaknya diminta membayar utang Aman Yani sebesar Rp80 juta kepada orang dari Balongan, Indramayu.
"Kita duit dari mana? Akhirnya sampai ujung-ujungnya ke Rp10 juta. Dari Rp10 juta ini, aku mulai curiga," kesalnya.
Titi semakin resah. Ia bertanya-tanya apakah kakaknya pernah telepon dengan sosok yang mengaku Aman Yani. Ia pun mendesak agar mereka berkomunikasi via telepon untuk memastikan kebenarannya.
"Ditelepon nih. Aku mau telepon tapi dia alasan ini sinyalnya susah dipelosok. Lho, sepelosok-pelosoknya SMS selama ini masuk berarti ada sinyal, yang penting halo. Dia enggak mau, sampai akhirnya diangkat tapi enggak ngomong-ngomong," paparnya.