- Youtube MPRGOID
Sikap Resmi SMAN 1 Sambas Senada dengan Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI: Tata Tertib Telah Disepakati Seluruh
Jakarta, tvOnenews.com - Laga Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat (Kalbar) menuai polemik usai dewan juri memenangkan SMAN 1 Sambas.
Polemik terjadi kala dewan juri LCC 4 Pilar MPR RI yakni Indri Wahyuni dan Dyastasita Widya Budi menganulir jawaban SMAN 1 Pontianak.
Namun, dewan juri justru menerima jawaban dari SMAN 1 Sambas yang sama persis dengan jawaban SMAN 1 Pontianak.
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani menetapkan jika akan melakukan pertandingan ulang tersebut usai munculnya polemik di publik terkait pelaksanaan Final LCC.
- Instagram @jakartapening
"Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang pada waktu yang akan segera diputuskan secepatnya," kata Ketua MPR RI, Ahmad Muzani dikutip pada Sabtu (16/5/2026).
SMAN 1 Sambas Tolak Ikut Laga Ulang
Usai keputusan tersebut, SMAN 1 Sambas pun mengeluarkan pernyataan sikapnya yang diunggah melalui akun instagramnya.
Diantaranya, kubu SMAN 1 Sambas menyatakan sikap menolak megikuti laga ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI.
"SMAN 1 Sambas menolak pertandingan final ulang tingkat provinsi Kalimantan Barat," tulis pernyataan sikap itu dilihat pada Sabtu (16/5/2026).
Bukan tanpa alasan SMAN 1 Sambas melalui pernyataan sikapnya menolak untuk mengikuti laga pengulangan.
Sebab, SMAN 1 Sambas mengaku jika kubunya telah mengikuti segala peraturan yang ditetapkan penyelenggara maupun dewan juri.
"Meyakini bahwa peserta LCC 4 Pilar dari SMAN 1 Sambas telah berkompetisi sesuai tata tertib yang telah ditetapkan panitia dan telah disepakati seluruh peserta lomba," tulis pernyataan itu.
Selain itu, SMAN 1 Sambas juga meminta pihak penyelenggara termasuk MPR RI untuk meluruskan informasi dan memberikan jaminan terhadap kubunya.
Hal itu mengingat sejumlah tekanan yang dialami civitas akademik SMAN 1 Sambas terkhusus murid yang menjadi peserta.
"Kami mendesak pihak penyelenggara untuk memulihkan kembali nama baik SMAN 1 Sambas dan memberikan jaminan keamanan terkait kondisi psikis murid sebelum mewakili KALBAR pada kegiatan LCC 4 Pilar MPR RI 2026 di tingkat nasional," lanjut pernyataan sikap tersebut.
SMAN 1 Sambas mengaku jika polemik yang hadir dari pegelaran laga final kompetisi telah berdampak negatif.
Sebab, banyak pihak menuding terkait hasil akhir dari laga Final LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Kalbar yang sebelumnya telah memutuskan SMAN 1 Sambas keluar sebagai juaranya.
"Mengecam munculnya berbagai bentuk opini, narasi, tuduhan, maupun tindakan di media sosial yang menyerang sekolah, dewan guru, beserta staf TU, murid dan bahkan sampai ke alumni. tindakan ini telah mencemarkan nama baik SMAN 1 Sambas, menimbulkan tekanan psikologis kepada pihak yang terdampak serta memperkeruh suasana," tulis pernyataan sikap itu.
Indri Wahyuni Sebut SMAN 1 Sambas Pantas Menang
Sebelumnya jagat media sosial dihebohkan dengan munculnya status WhatsApp dari Indri Wahyuni usai viralnya keputusan kontroversi laga Final LCC 4 Pilar MPR RI.
Alih-alih menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, Indri Wahyuni memilih enggan melakukannya.
Dirinya justru memilih untuk tetap setia pada keputusan dewan juri yang telah menetapkan SMAN 1 Sambas sebagai juara dari LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Kalbar.
Alhasil, dewan juri memutuskan SMAN 1 Sambas menjadi wakil dari Kalbar untuk mengikuti LCC 4 Pilar MPR RI tingkat nasional.
"Jawaban sapu jagad tapi ga ada yang mau buka ini. Seoalah-olah jawaban tersebut benar. Sekaolah yang menang dinilai tidak pantas menang. Padahal hasil akhir tetap sekolah tersebut yang menang. Semoga ada jalan untuk sekolah tersebut membuktikan diri di nasional bahwa mereka pantas menang dan jadi juara," tulis status yang disebutkan curhatan dari Indri Wahyuni.(raa)