- YouTube biroadpimjabar
Kabar Baik untuk Warga Jawa Barat, KDM sebut Ada Dampak Positif dari Pertunjukkan Kirab Budaya Tatar Sunda ke Ekonomi
Jakarta, tvOnenews.com- Kabar baik disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk warga Jabar usai serangkaian pertunjukan Kirab Budaya Tatar Sunda digelar.
Kang Dedi Mulyadi atau KDM menyebutkan pada pertunjukan budaya dan seni yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu, ternyata berdampak positif pada perekonomian.
- Humas Pemprov Jabar - Antara
Hal tersebut disampaikan Dedi setelah melihat antusiasme warga lokal ataupun wisatawan yang datang ke Jawa Barat.
"Coba lihat hotel-hotel penuh, orang yang berkunjung ke Jawa Barat makin meningkat, dan beberapa daerah mulai nampak bersih," papar KDM, sapaan Dedi Mulyadi, dikutip dari Jabarprov, Selasa (19/5).
Selain dampak positifnya, Gubernur Jabar itu juga berharap agar seluruh daerah di Jabar jauh lebih baik, mulai dari sisi kebersihan hingga penataan lingkungan.
KDM mencontohkan, seperti penataan lingkungan keraton-keraton di Cirebon. Keraton-keraton yang ada saat ini kurang mendapat ruang terbuka karena dikepung oleh bangunan-bangunan baru.
Bangunan baru di sekitar keraton pun tidak selaras dengan keraton. Hal ini dinilai baik karena bisa berdampak pada ekonomi maupun lingkungan.
"Kedepan, seluruh bangunan yang ada di sekitar keraton itu harus selaras, baru akan melahirkan gelombang publik untuk datang berkunjung," jelas Dedi Mulyadi.
Dengan demikian, ia mengingatkan kepada masyarakat dan pemerintah daerah untuk tidak terburu-buru untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Namun fokus mengedepankan penataan kawasan kearah yang lebih baik.
"Paling utama kita jangan dulu berpikir wisata, jangan dulu berpikir orang berkunjung. Satu saja, kita urus lembur kita, kota ditata. Sudah saja itu dulu, nanti setelah itu nanti ada hikmah," pesan KDM.
- YouTube biroadpimjabar
Sebagaimana diketahui, istilah Tatar Sunda yang digunakan dalam kegiatan tersebut menitikberatkan pada aspek historis dan budaya masyarakat Sunda, bukan soal administrasi pemerintahan.
Di mana sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar kirab budaya Mahkota Binokasih di sembilan kota/kabupaten menuju Milangkala Tatar Sunda 18 Mei 2026 mulai dari Sumedang pada 2 Mei 2026 berlanjut ke Ciamis, Tasikmalaya dan Garut.
Kirab budaya Mahkota Binokasih juga berlanjut ke Cianjur, Bogor, Karawang, Cirebon dan terakhir di Bandung pada 16 Mei 2026.
Isu Bandung Ganti Nama
Sehubungan dengan ini, muncul isu liar soal Bandung ganti nama di tengah KDM mengembangkan Kirab Budaya Tatar Sunda.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa Hari Tatar Sunda yang perayaannya diisi dengan rangkaian kirab budaya mengarak mahkota Binokasih ke berbagai daerah, bukan usaha dalam mengganti nama Jawa Barat seperti yang beredar di media sosial.
Lebih lanjut, Kepala Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat Mas Adi Komar mengatakan perayaan yang diberi nama Milangkala (HUT) Tatar Sunda, murni untuk mengangkat sejarah, budaya, dan identitas kesundaan yang berkembang sejak masa kerajaan Sunda.
"Tidak ada yang mengarah ke sana. Saya pikir kalau nama Provinsi Jawa Barat masih ada dalam undang-undang ya," katanya dikutip dari Antara.
"Untuk saat ini kan kita di Milangkala Tatar Sunda ini unsur budaya dan teritorial historis ya, tentang kerajaan Sunda dan lain-lain. Jadi, tidak berkaitan dengan wilayah administratif," kata Adi.
Katanya, Hari dan Milangkala Tatar Sunda dibuat untuk menghidupkan kembali kesadaran sejarah dan warisan budaya Sunda yang tumbuh di wilayah Jawa Barat sejak ratusan tahun lalu.(klw)