- TikTok @sherlytjoanda
Aksi Sherly Tjoanda yang Naik Pitam Lihat Harga Beras dan Minyak di Pasar Naik, Ini yang Dilakukan Gubernur Maluku Utara Itu
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda terlihat kaget dengan harga bahan pokok yang melonjak tinggi di Pasar Rakyat Galala Sofifi.
Saay berkunjung ke pasar pada Maret lalu, Sherly sempat mengobrol dengab para pedagang sambil mengecek harga bahan pokok seperti beras hingga minyak.
Saat menanyakan harga Minyak Kita, salah satu pedagang menjawab menjual minyak goreng subsidi tersebut seharga Rp20 ribu per liter yang membuat Sherly kaget.
“Sekarang bagaimana caranya semua yang ada di pasar itu HET-nya Rp15.700 untuk Minyak Kita,” jata Sherly, dalam video di akun TikTok pribadinya.
Tak hanya minyak goreng, ia juga menemukan harga beras SPHP yang dijual lebih mahal yaitu Rp73 ribu yang seharusnya hanya Rp67 ribu.
Mengetahui hal tetsebut, Sherly pun lantas meminta agar Bulog turun langsung ke pasar dan menyalurkan Minyak Kita serta beras SPHP tanpa perantara.
“Gak boleh dari pedagang sekarang, langsung dari Bulog ke penjual ya,” ujarnya.
Sherly pun lantas langsung mendatangi Gudang Bulog Ternate untuk memastikan ketersediaan stok pangan yang saat itu menjelang Lebaran. Ia pun meminta distribusi Minyak Kita segera dirapikan mulai minggu depan.
Sherly menyebut bahwa Maluku Utara saat ini termasuk daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di Indonesia Timur, terutama dipicu kenaikan harga beras dan minyak goreng.
Karena itu, ia meminta distribusi Minyak Kita ke 10 kabupaten/kota dilakukan lebih merata dan proporsional agar harga di pasaran segera turun.
Sherly juga meminta Bank Indonesia ikut membantu proses penyaluran menjelang Lebaran.
“Pokoknya semua pedagang harus jual Minyak Kita Rp15.700,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihak Bulog memastikan stok masih tersedia. Namun Sherly meminta data kebutuhan di seluruh wilayah segera dihitung ulang.
Ia mengungkapkan kebutuhan Minyak Kita di Maluku Utara mencapai sekitar 1.000 ton atau satu juta liter per bulan.
Sementara stok yang tersedia saat ini dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran.
Karena itu, Sherly berencana mengirim surat permintaan tambahan kuota ke pemerintah pusat apabila stok nasional memungkinkan untuk ditambah.