- Global Sumud Flotilla
RI Murka Israel Cegat Flotilla Gaza, Kemlu Sebut Penahanan 9 WNI Langgar Hukum Internasional
Jakarta, tvOnenews.com — Pemerintah Indonesia melontarkan kecaman keras terhadap tindakan Israel yang mencegat armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dan menahan sejumlah relawan internasional, termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI), di perairan internasional menuju Gaza.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan tindakan Israel terhadap para relawan kemanusiaan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip kemanusiaan dan hukum internasional.
“Indonesia mengutuk tindakan yang tidak manusiawi terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 yang dilakukan oleh Israel,” tulis Kemlu RI melalui akun media sosial X, Kamis (21/5/2026).
“Tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan,” lanjut pernyataan itu.
Pemerintah Indonesia juga menilai operasi militer Israel terhadap armada sipil pembawa misi solidaritas untuk Gaza merupakan tindakan ilegal yang tidak dapat dibenarkan secara internasional.
“Indonesia kembali menekankan bahwa tindakan militer Israel terhadap armada Global Sumud Flotilla dan relawan yang tergabung didalamnya adalah pelanggaran nyata terhadap hukum internasional,” tegas Kemlu.
Di tengah minimnya akses komunikasi dengan para relawan yang ditahan, pemerintah Indonesia mengaku terus mengintensifkan jalur diplomasi untuk membebaskan seluruh WNI yang berada di dalam armada tersebut.
“Pemerintah Indonesia terus fokus melakukan berbagai upaya untuk membebaskan seluruh WNI yang ditangkap,” tulis Kemlu.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan pemerintah Indonesia menggandeng Yordania dan Turki untuk melacak keberadaan serta memastikan kondisi para WNI yang ditahan Israel.
Langkah itu dilakukan karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik langsung dengan Israel.
“Komunikasi dengan teman-teman Kemlu di Jordan dan Turki untuk memastikan kondisi dari rekan-rekan kita yang di-intercept dan ditahan oleh Israel. Sejauh ini informasi yang kita terima itu masih sulit karena komunikasi yang terbatas,” kata Sugiono di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).
Kemlu menyebut sejak awal keberangkatan armada Global Sumud Flotilla, pemerintah sebenarnya sudah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi risiko terhadap WNI yang ikut dalam misi tersebut.
“Sejak awal keberangkatan armada Global Sumud Flotilla, Kemlu RI dan juga Perwakilan RI terkait telah melakukan koordinasi erat dengan berbagai pihak guna memastikan keselamatan dan pelindungan WNI,” tulis Kemlu.
Pemerintah menegaskan perlindungan terhadap WNI tetap menjadi prioritas utama di tengah situasi konflik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah.
“Pelindungan WNI merupakan prioritas utama. Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pembebasan hingga seluruh WNI dapat kembali dengan selamat ke tanah air secepatnya,” lanjut pernyataan tersebut.
Insiden itu terjadi setelah armada Global Sumud Flotilla dilaporkan dicegat Israel di perairan internasional sekitar 250 mil laut dari Gaza pada Senin (18/5/2026).
Armada tersebut diketahui membawa bantuan kemanusiaan dan simbol solidaritas internasional untuk warga Palestina di Jalur Gaza.
Penangkapan sembilan WNI dalam misi kemanusiaan menuju Gaza terjadi secara bertahap dalam dua hari terakhir.
Lima WNI pertama, yakni Andi Angga, Rahendro Herubowo, Andre Prasetyo, Thoudy Badai, dan Bambang Noroyono, lebih dulu ditangkap pasukan Israel pada Senin (18/5/2026).
Sementara itu, Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu sempat menyampaikan bahwa mereka berhasil lolos dari intersepsi saat lima WNI lainnya diamankan. Namun, beberapa jam kemudian keduanya juga dilaporkan ditangkap oleh tentara Israel pada Selasa (19/5/2026) waktu setempat.
Tak lama berselang, dua WNI lainnya, Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo, turut mengunggah pesan darurat yang menyatakan bahwa mereka juga telah ditangkap oleh pasukan Israel.
Sugiono menegaskan pemerintah Indonesia menghargai semangat solidaritas para relawan yang mencoba menembus blokade kemanusiaan menuju Gaza.
“Kami mengapresiasi semangat dari rekan-rekan yang tergabung dalam Global Summud Flotilla karena ini juga mencerminkan satu keinginan untuk menciptakan situasi yang lebih baik bagi saudara-saudara kita di Palestina, di Gaza pada khususnya,” ujar Sugiono.
“Dan ini merupakan semangat yang saya kira perlu diapresiasi. Kita berharap kondisi mereka baik-baik saja,” lanjutnya.
Hingga kini belum ada kepastian mengenai lokasi penahanan maupun kondisi rinci para WNI tersebut. Pemerintah Indonesia masih terus memperluas komunikasi internasional demi membuka akses informasi sekaligus mempercepat proses pembebasan. (agr)