- Antara
Detik-detik Evakuasi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Basarnas Ungkap Ancaman Kebakaran hingga Gerbong Bertumpuk
Penyisiran dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di lokasi kejadian.
“Fase kedua tim rescue mengevakuasi korban meninggal dunia dan penyisiran seluruh rangkaian gerbong KRL,” kata Syafii.
Operasi SAR Ditutup Setelah Seluruh Korban Dievakuasi
Basarnas akhirnya resmi menutup operasi SAR pada 28 April 2026 pukul 09.35 WIB setelah seluruh area terdampak berhasil diperiksa.
Syafii memastikan seluruh korban dalam kecelakaan tersebut telah ditemukan dan dievakuasi.
“Operasi resmi kami tutup pada 28 April 2026 pukul 09.35 setelah seluruh area terdampak berhasil disisir, seluruh korban ditemukan dan dievakuasi, serta tidak terdapat lagi indikasi korban tertinggal di lokasi kejadian,” ujarnya.
Kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur sebelumnya menjadi perhatian publik karena menyebabkan korban jiwa dan kerusakan parah pada rangkaian kereta.
Insiden tersebut juga memicu evaluasi besar terkait sistem keselamatan perjalanan kereta api, koordinasi operasional, hingga penanganan darurat di jalur padat commuter line Jabodetabek. (saa/nsp)