- Instagram sherly @t_jo
Pengakuan Nelayan Ini Sampai Bikin Gubernur Sherly Tjoanda Kaget, Pertanyakan Soal Cicilan Hingga Pendapatan Bulanan
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda sampai berkali-kali bertanya soal cicilan dan penghasilan nelayan penerima kredit usaha rakyat atau KUR.
Diketahui, saat itu Sherly Tjoanda tengah menghadiri acara serah terima bantuan mesin kapal untuk nelayan penerima KUR di Dufa-Dufa, Ternate.
Ia pun lantas menuju dermaga untuk melihat kondisi kapal baru dan bertemu langsung dengan para nelayan.
"Dapat pinjaman KUR berapa?" tanya Sherly Tjoanda dalam kanal YouTube GubSherly.
"Rp30 juta," jawab salah satu nelayan.
"Bayar kapal berapa?" tanya Sherly lagi yang dijawab Rp25 juta oleh nelayan.
Sherly juga menanyakan soal kesanggupan para nelayan untuk membayar cicilan KUR.
"Cicilan satu bulan berapa ke bank?" tanya Sherly Tjoanda.
"2,6 juta," jawab salah satu nelayan.
Sontak jawaban tersebut membuat Sherly kaget karena nelayan lainnya bahkan tidak ada yang cicilannya lebih dari 1 juta per bulan.
"Berapa panjang kemarin ambil?" tanya Sherly lagi.
Rupanya nelayan tersebut mengambil tenor cicilan hanya 1 tahun.
"Oh memang maunya 1 tahun aja, mampu?" tanya Sherly.
"Bapak kira-kira bisa omset berapa satu bulan? Pendapatan bisa berapa? Hasil tangkapan bisa berapa?" sambungnya.
"Bisa 5 juta," jawab nelayan.
"5 juta itu Bapak berani ambil cicilan 2,5 juta? Bisa?" kata Sherly yang terkejut.
Nelayan tersebut mengaku bisa karena dalam sebulan bisa melakukan 3 kali trip sehingga jika ditotal pendapatan kotornya dalam satu bulan kurang lebih sekitar Rp15 juta.
"Buang ongkos BBM ama es kira-kira? Setengah sampai?" tanya Sherly Tjoanda.
"Satu trip kan 5 juta, buang minyak berapa?" lanjutnya.
Dalam sekali perjalanan, nelayan tersebut membutuhkan 40 liter bahan bakar atau sekitar Rp400 ribu dan Rp50 ribu untuk membeli es pengawet ikan.
"Jadi ongkos 500 ribu saja, dari 5 juta ongkos 500 ribu, bersih 450," terang Sherly Tjoanda.
Jika dihitung-hitung, ternyata nelayan tersebut punya pendapatan yang cukup besar, sekitar Rp10 juta per bulannya sehingga masih aman untuk membayar cicilan Rp2 jutaan per bulan.
"Berarti kalau 3 trip satu bulan 15 juta kurang lebih, buang ongkos 1,5 juta, anggaplah buang ongkor 2 juta, Bapak cicil 1,5 juta dan lain-lain Bapak masih dapat bersih 10 juta, kurang lebih," kata Sherly Tjoanda.