- tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Empat Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Sugiono Desak PBB Jamin Perlindungan Pasukan Perdamaian
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan, perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus menjadi kewajiban mutlak komunitas internasional, menyusul gugurnya empat prajurit Indonesia dalam misi perdamaian di Lebanon.
Pernyataan itu disampaikan Sugiono usai menghadiri Open Debate Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa bertema Upholding the Purposes and Principles of the UN Charter and Strengthening the UN Centered-International System.
“Hal yang kami juga sampaikan adalah pentingnya penghormatan terhadap ataupun perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian,” kata Sugiono dalam keterangan video yang diterima tvOnenews.com, Kamis (27/5/2026).
Ia menyinggung duka yang baru dialami Indonesia setelah sejumlah personel TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) gugur saat menjalankan tugas perdamaian.
“Kita juga kemarin mengalami suatu situasi di mana empat pasukan penjaga perdamaian kita yang bergabung di UNIFIL gugur,” ujarnya.
Karena itu, Indonesia kembali menegaskan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa perlindungan terhadap pasukan perdamaian tidak boleh dianggap pilihan, melainkan tanggung jawab utama organisasi internasional tersebut.
“Oleh karena itu kita menekankan kembali pentingnya perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian, bukan sesuatu yang tadi saya sampaikan opsional tapi merupakan sebuah kewajiban,” tutur Sugiono.
Menurut dia, perlindungan terhadap personel penjaga perdamaian merupakan inti dari mandat utama PBB dalam menjaga stabilitas dunia.
“Karena ini merupakan juga inti ataupun core daripada apa yang harus dilakukan oleh PBB khususnya Dewan Keamanan,” katanya.
Duka mendalam sebelumnya menyelimuti Indonesia setelah gugurnya sejumlah prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon.
Salah satunya adalah Rico Pramudia yang mengalami luka berat akibat ledakan artileri tank militer Israel di dekat kota Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026.
Selain Rico, tiga prajurit lainnya yang gugur dalam serangan pada 29 dan 30 Maret 2026 adalah Zulmi Aditya Iskandar, Muhammad Nur, dan Farizal Rhomadhon.
Mereka tewas saat menjalankan tugas dalam misi perdamaian UNIFIL di wilayah konflik Lebanon selatan.
Hasil awal investigasi PBB melalui United Nations Department of Peace Operations menunjukkan adanya dua sumber serangan berbeda yang menyebabkan gugurnya prajurit Indonesia.
Satu insiden diduga berasal dari tembakan tank militer Israel Defense Forces, sementara insiden lainnya dipicu alat peledak improvisasi atau IED yang diduga dipasang kelompok Hezbollah. (agr/muu)