- Viva
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung
Temanggung, tvOnenews.com - Peristiwa duka terjadi di kawasan wisata alam Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Empat orang ditemukan meninggal dunia di dalam tenda camping Glamping Safari Nomor 3 pada Rabu, 27 Mei 2026.
Salah satu korban diketahui merupakan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni Bagas Amar Hakiki, mahasiswa Sastra Prancis angkatan 2022 sekaligus Ketua Unit Fotografi UGM periode 2023/2024.
Korban ditemukan bersama tiga anggota keluarganya di dalam tenda yang berada di area persawahan Ndeles, Desa Tlahap, Kecamatan Kledung.
Peristiwa tersebut langsung ditangani Satreskrim Polres Temanggung bersama tim medis dan petugas kepolisian lainnya.
Identitas Korban
Berdasarkan laporan kepolisian, empat korban yang ditemukan meninggal dunia yakni:
-
Muhamad Ali Munawar (52), laki-laki, pedagang, warga Ambarawa, Kabupaten Semarang
-
Maghfirah (43), perempuan, pedagang, warga Ambarawa, Kabupaten Semarang
-
Alvino Evan Hakim (16), pelajar, warga Ambarawa, Kabupaten Semarang
-
Bagas Amar Hakiki (21), mahasiswa, warga Ambarawa, Kabupaten Semarang
Kabar meninggalnya Bagas Amar Hakiki juga beredar melalui informasi lelayu yang disampaikan di lingkungan kampus dan kerabat dekat korban.
Kronologi Penemuan Korban di Dalam Tenda
Berdasarkan keterangan kepolisian, rombongan korban datang ke kawasan wisata Posong pada Selasa malam, 26 Mei 2026 sekitar pukul 21.05 WIB menggunakan mobil Honda Jazz RS berwarna putih bernomor polisi H-1609-PT.
Setelah melakukan registrasi, rombongan diantar menuju lokasi Glamping Safari Nomor 3 sekitar pukul 21.30 WIB oleh petugas setempat.
Keesokan harinya, Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB, salah satu saksi sempat mengantarkan sarapan ke tenda korban. Namun, tidak ada jawaban dari dalam tenda saat dipanggil.
Saksi kemudian kembali mendatangi tenda sekitar pukul 11.30 WIB untuk melakukan pembersihan karena waktu check out sudah mendekat. Akan tetapi, situasi masih sama dan tidak ada respons dari dalam tenda.
Hingga akhirnya sekitar pukul 15.45 WIB, seorang saksi membuka tenda tersebut dan mendapati empat orang di dalamnya sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada petugas lain dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Polisi Lakukan Olah TKP dan Pemeriksaan Medis
Petugas kepolisian bersama Unit Inafis Polres Temanggung dan tim medis dari Puskesmas Kledung langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan awal, kondisi tenda disebut masih rapi dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh para korban.
Polisi juga menyebut posisi tangan para korban dalam keadaan saling menggenggam.
Sementara itu, dugaan awal penyebab kematian mengarah pada keracunan dan hipotermia. Dugaan tersebut muncul berdasarkan temuan mulut korban berbusa serta kondisi cuaca dingin di kawasan Posong.
Meski demikian, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari laboratorium forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian para korban.
Hasil Pemeriksaan Awal di Lokasi
Beberapa temuan awal dari hasil olah TKP antara lain:
-
Kondisi tenda camping dalam keadaan rapi
-
Tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban
-
Tangan para korban dalam posisi menggenggam
-
Dugaan awal mengarah pada keracunan dan hipotermia
-
Mulut korban ditemukan berbusa
Polisi Periksa Saksi dan Koordinasi dengan Labfor
Kasat Reskrim Polres Temanggung AKBP Zamrul Aini mengatakan pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah lanjutan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.
Polisi telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi wisata saat kejadian berlangsung. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Bidokkes dan laboratorium forensik bagian kimia serta biologi.
Pemeriksaan laboratorium direncanakan dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya unsur zat tertentu yang menyebabkan kematian para korban.
Petugas yang datang ke lokasi terdiri dari personel Polsek Parakan, Polsubsektor Kledung, Inafis Polres Temanggung, tim Resmob, hingga anggota Satreskrim.
Jenazah Korban Masih Menjalani Autopsi
Dalam informasi lelayu yang beredar, disebutkan bahwa jenazah para korban masih menjalani proses autopsi di RSUD Temanggung.
Sementara itu, prosesi pemakaman Bagas Amar Hakiki dan keluarganya dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 28 Mei 2026.
Kabar duka tersebut memunculkan belasungkawa dari berbagai pihak, termasuk rekan mahasiswa dan komunitas kampus UGM yang mengenal sosok Bagas sebagai mahasiswa aktif di bidang fotografi kampus. (nsp)