news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi air doa.
Sumber :
  • iStockPhoto

Wamenlu RI Bunyi Alarm Krisis Air Dunia, Sebut 2030 Jadi Penentu Masa Depan Kemanusiaan

Wamenlu RI Arrmanatha Nasir memperingatkan dunia soal krisis air global dan menyebut target SDGs 2030 sebagai ujian kemanusiaan.
Kamis, 28 Mei 2026 - 16:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Nasir memperingatkan dunia soal ancaman serius krisis air global yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Menurutnya, persoalan air kini bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan telah menjadi ancaman nyata bagi masa depan kehidupan manusia dan pembangunan global.

Peringatan itu disampaikan Arrmanatha Nasir dalam forum internasional the 4th High-Level International Conference on the International Decade for Action “Water for Sustainable Development” 2018–2028 atau Dushanbe Water Conference 2026 (DWC2026) di Dushanbe, Tajikistan.

Dalam pidatonya, Wamenlu yang akrab disapa Tata menegaskan bahwa dunia sedang menghadapi ujian besar terkait ketahanan air di tengah meningkatnya ketimpangan akses terhadap air bersih dan sanitasi.

Menurutnya, persoalan air kini menjadi salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan berkelanjutan di berbagai negara.

Air Disebut Fondasi Kehidupan dan Stabilitas Dunia

Arrmanatha Nasir menyoroti tema Hari Air Sedunia tahun ini, yakni “Di mana air mengalir, kesetaraan tumbuh”. Ia menyebut tema tersebut membawa pesan mendalam tentang pentingnya air bagi kehidupan manusia.

Menurut Tata, air tidak bisa lagi dipandang hanya sebagai sumber daya alam biasa. Air kini menjadi fondasi utama kehidupan, kesehatan masyarakat, hingga stabilitas global.

“Tema Hari Air Sedunia tahun ini ‘Di mana air mengalir, kesetaraan tumbuh’ membawa kebenaran yang sederhana, namun mendalam, yaitu air bukan hanya sumber daya, air adalah kehidupan,” ujar Tata dalam forum tersebut.

Ia menegaskan bahwa ketahanan air telah menjadi tantangan paling menentukan dalam agenda pembangunan berkelanjutan dunia.

“Dan ketahanan air telah menjadi ujian yang menentukan dari pembangunan berkelanjutan,” lanjutnya.

Miliaran Penduduk Dunia Masih Kesulitan Akses Air Bersih

Dalam forum internasional itu, Wamenlu RI juga menyoroti masih besarnya kesenjangan akses air bersih dan sanitasi di berbagai negara.

Ia menyebut hingga saat ini masih ada miliaran penduduk dunia yang belum memiliki akses layak terhadap air minum aman, sanitasi memadai, bahkan fasilitas kebersihan dasar.

Kondisi tersebut dinilai menjadi ironi di tengah berbagai komitmen global terkait pembangunan berkelanjutan yang selama ini terus digaungkan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:17
03:23
05:04
01:16
03:08
07:53

Viral