Sebagai Upaya Pencegahan Perundungan di SMAN 21 Surabaya, Program Konselor Sebaya Dibentuk
Jakarta, tvOnenews.com - Dalam rangka memperingati Hari Anak, SMA Negeri 21 Surabaya memperkuat upaya Pencegahan perundungan melalui berbagai program yang melibatkan siswa, guru, dan aparat kepolisian.
Salah satu program unggulannya adalah pembentukan konselor sebaya sebagai ruang pendampingan bagi siswa yang menghadapi persoalan di lingkungan sekolah.
Program tersebut melibatkan dua siswa dari setiap angkatan yang dibekali kemampuan dasar untuk menjadi teman diskusi sekaligus menjembatani permasalahan siswa sebelum berkembang menjadi tindakan perundungan.
Jika persoalan dinilai serius, konselor sebaya akan meneruskan laporan kepada guru Bimbingan dan Konseling (BK) untuk penanganan lebih lanjut.
Selain konselor sebaya, sekolah juga menyediakan kanal pengaduan melalui Google Form yang dikelola BK serta program Suara Aspirasi yang diinisiasi oleh OSIS dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK).
Melalui fasilitas tersebut, siswa dapat melaporkan dugaan perundungan maupun menyampaikan aspirasi terkait lingkungan dan kegiatan sekolah.
Pihak sekolah juga membangun budaya kebersamaan melalui berbagai kegiatan, salah satunya Dies Natalis sekolah yang menerapkan dress code seragam bagi seluruh angkatan.
Program tersebut dinilai mampu mengurangi sekat antara senior dan junior sehingga menciptakan suasana belajar yang lebih aman dan nyaman.
Sejumlah siswa mengaku program-program tersebut memberikan dampak positif. Selain memudahkan pelaporan jika terjadi perundungan, pendekatan melalui teman sebaya dinilai membuat siswa lebih berani menyampaikan permasalahan yang dihadapi sebelum akhirnya ditangani oleh pihak sekolah.