- Instagram @sman1salatiga_official
Tak Hanya Keracunan Makanan, Polisi Curigai Penyebab Lain dari Meninggalnya Keluarga di Glamping Posong Temanggung
tvOnenews.com - Insiden tragis menimpa satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang yang ditemukan tewas di dalam tenda Glamping, pada Rabu, (27/5/2026).
Keempat korban yaitu Muhammad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), Bagas Amar Hakiki (21), dan Alvino Evan Hakim (16).
Keluarga ini ditemukan meninggal dunia pada sore hari di Glamping Safari Taman Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Kasatreskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra mengungkapkan pemeriksaan awal dilakukan oleh Biddokes Polda Jawa Tengah dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah terkait autopsi terhadap korban.
Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, diduga kuat keluarga ini mengalami keracunan makanan.
Selain itu, muncul adanya dugaan lain yaitu keracunan gas asap hasil pembakaran dari kompor portable yang dibawa oleh korban.
“Ada dugaan kuat yaitu adanya keracunan dari makanan. Kedua, dugaan kuat juga adanya keracunan dari gas atau asap hasil pembakaran dari arang atau alat memasak yang digunakan oleh korban yaitu kompor portable yang digunakan korban untuk memasak barbeque di lokasi kejadian,” ungkap Iptu I Komang Mahendra Deputra pada program Kabar Utama, tvOne.
- Tim tvOne - Aditya Bayu
Pada malam sebelum meninggal dunia, keempat korban sempat memasak barbeque di teras tenda. Sehingga memungkinkan asap masak atau gas dari kompor masuk ke dalam tenda.
Hal ini juga dicurigai oleh pihak kepolisian sebagai penyebab meninggalnya keluarga tersebut di dalam tenda.
“Korban melaksanakan memasak ini tepat di teras tenda atau di mulut tenda. Kemungkinan, ketika setelah memasak ada asap yang masuk ke dalam tenda atau mungkin asap lain. Karena hal ini termasuk dengan gas CO yang kemungkinan masuk ke dalam tenda,” ujarnya.
Keempat korban ditemukan dalam keadaan rapi sedang tertidur. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh petugas penginapan yang hendak memberitahukan bahwa waktu check-out telah tiba.
Namun, hingga sore hari tidak ada respons apapun kemudian petugas justru menemukan satu keluarga tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Saat ini polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut.