news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Viral di Forum Ilmiah Dunia, Begini Kronologi Lengkap Kasus Prihantini Menurut Saksi Mata di Denmark.
Sumber :
  • Hanifah Fajri Maharani Putri

Viral di Forum Ilmiah Dunia, Begini Kronologi Lengkap Kasus Prihantini Menurut Saksi Mata di Denmark

Kronologi lengkap kasus Prihantini di forum ilmiah Denmark terungkap. Dugaan riset palsu AI hingga pemalsuan identitas bikin geger akademisi Indonesia.
Jumat, 29 Mei 2026 - 17:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus dugaan fabrikasi riset berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menyeret nama Prihantini kini menjadi sorotan luas publik dan dunia akademik Indonesia. Skandal ini viral setelah sejumlah peneliti Indonesia membeberkan dugaan pemalsuan identitas hingga manipulasi penelitian dalam forum ilmiah 14th Meeting of International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD-14) 2026 di Kopenhagen, Denmark.

Peristiwa tersebut terjadi dalam konferensi yang berlangsung pada 17–21 Mei 2026. Kasus ini menjadi perhatian karena dinilai mencoreng kredibilitas akademisi Indonesia di mata internasional.

Salah satu saksi yang berada langsung di lokasi adalah Hanifah Fajri Maharani Putri, asisten peneliti dalam salah satu proyek penelitian mengenai pneumokokus di Indonesia. 

Hanifah mengungkapkan bahwa dirinya dan rekan-rekan peneliti Indonesia awalnya justru kagum dengan grup Prihantini karena berhasil mendapatkan sesi oral presentation dan spotlight sekaligus, sesuatu yang disebut sangat sulit diraih di forum ISPPD.

“Di ISPPD itu susah banget untuk dapat oral presentation, apalagi kalau bisa dapat oral dan spotlight bersamaan,” ujar Hanifah dalam wawancara eksklusif bersama tvOnenews.com.

Nama Prihantini Mulai Diperhatikan Sejak Awal Acara

Menurut Hanifah, sebelum konferensi dimulai, nama-nama dari grup Prihantini sebenarnya sudah diperhatikan para peneliti Indonesia lainnya. Namun saat itu belum muncul kecurigaan apa pun.

Rasa penasaran mulai muncul karena riset tentang pneumonia dan penyakit pneumokokus di Indonesia tergolong bidang yang sangat spesifik dan komunitas penelitinya saling mengenal.

“Kalau ada peneliti baru, biasanya masih berkaitan dengan peneliti senior atau kolaborator lama. Tapi nama-nama mereka semuanya baru,” katanya.

Kecurigaan mulai menguat saat grup tersebut memasang poster penelitian di venue konferensi. Hanifah menyebut poster yang digunakan hanya berukuran A4 dan terlihat berbeda dibanding poster ilmiah lain pada umumnya.

Tak hanya itu, isi penelitian juga mulai dianggap janggal.

“Data-datanya terlalu sempurna. Grafiknya mencurigakan. Penelitiannya jauh-jauh tapi tanpa kolaborator lokal,” ungkap Hanifah.

Tim peneliti kemudian melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap afiliasi lembaga yang digunakan Prihantini dan rekan-rekannya. Namun hasil pencarian di internet tidak menemukan institusi tersebut.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:15
01:03
09:09
05:21
07:09
01:51

Viral