news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Harga Telur Turun, Pemerintah Minta SPPG Wajib Serap Produksi Lokal: Jaga Harga Sesuai HET

Pemerintah memanfaatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai instrumen untuk menstabilkan harga pangan di tingkat peternak. 
Kamis, 4 Juni 2026 - 14:34 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah memanfaatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai instrumen untuk menstabilkan harga pangan di tingkat peternak. 

Langkah ini diambil setelah harga telur ayam di sejumlah daerah, terutama di Blitar, Jawa Timur, mengalami penurunan akibat melimpahnya pasokan.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan, pemerintah telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah terdampak wajib menyerap hasil produksi peternak.

“Kemarin ada beberapa daerah ya, terutama di Jawa Timur, di Blitar itu harga telur itu kan turun. Sehingga kita sudah berkoordinasi dengan BGN dan dengan Kepala BGN yang baru, bahwa SPPG ya di daerah tersebut diwajibkan untuk menyerap telur,” kata Budi Santoso di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis (4/6).

Menurut Budi, kebijakan tersebut bertujuan menjaga harga telur agar kembali bergerak mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) sekaligus memberikan kepastian pasar bagi peternak yang terdampak kelebihan produksi.

“Sehingga harga bisa mendekati atau sesuai HET. Sehingga para peternak akan meratakan harga yang bagus,” ujarnya.

Tak hanya melalui MBG, pemerintah juga menyiapkan skema bantuan pangan yang lebih fleksibel dengan menyesuaikan kondisi pasokan komoditas di lapangan. Jika suatu produk mengalami kelebihan produksi dan harga jatuh, maka komoditas tersebut dapat dimasukkan ke dalam program bantuan pemerintah.

“Yang kedua, bantuan pangan nanti akan menyusahkan juga. Jadi misalnya ketika harga telur itu sedang turun, maka bantuan pangan tidak mesti minyak kita atau beras, tapi bisa juga telur,” kata Budi.

Ia menjelaskan, strategi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat penyerapan hasil produksi dalam negeri, terutama pada komoditas yang sedang mengalami surplus pasokan.

“Jadi ini dalam rangka menyerap produk-produk makanan kita atau produk bahan pokok kita, yang memang produksinya sekarang nambah. Sekarang surplus 12 persen untuk telur,” ujarnya.

Kondisi surplus tersebut sebenarnya dinilai positif karena menunjukkan peningkatan produksi nasional. Namun tanpa manajemen penyerapan yang baik, kelebihan pasokan berpotensi menekan harga dan merugikan peternak.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:59
00:59
00:51
01:50
10:51
02:15

Viral