- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Lensa Berbicara: Harga Minyak Goreng Melambung, Toko Sembako Sepi Pembeli
Jakarta, tvOnenews.com - Kenaikan harga minyak goreng yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak pada aktivitas perdagangan di tingkat pengecer.
Sejumlah toko sembako di Pasar Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, terlihat lebih sepi dibandingkan biasanya akibat menurunnya daya beli masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (5/6), sejumlah warung sembako tampak tidak ramai pembeli.
Salah satunya adalah Toko Bumbu 1001 yang mengalami penurunan jumlah konsumen sejak harga minyak goreng mengalami kenaikan.
Harga minyak goreng melambung, sejumlah toko sembako sepi pembeli, di Pasar Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (5/6). (Foto: tvOnenews.com/Julio Trisaputra)
Milna, pemilik toko, mengatakan harga minyak goreng mulai naik setelah perayaan Idulfitri. Kenaikan tersebut terjadi baik pada harga grosir maupun harga eceran yang dijual kepada konsumen.
Menurutnya, harga minyak goreng yang sebelumnya berada di kisaran Rp220 ribu per dus kini naik menjadi Rp240 ribu per dus.
Sementara itu, harga eceran yang sebelumnya dijual Rp20 ribu per liter kini meningkat menjadi sekitar Rp22 ribu hingga Rp23 ribu per liter.
"Harga minyak goreng mulai naik setelah Lebaran. Dulu per dus sekitar Rp220 ribu, sekarang sudah mencapai Rp240 ribu. Untuk eceran yang biasanya Rp20 ribu per liter, sekarang menjadi Rp22 ribu sampai Rp23 ribu per liter," ujarnya.
Ia menuturkan, kenaikan harga dipicu oleh terbatasnya pasokan dari agen.
Menurutnya, stok minyak goreng dari distributor kerap kosong sehingga pedagang terpaksa menyesuaikan harga jual untuk menutupi biaya pengadaan barang.
"Karena stok dari agen kosong dan barang sulit didapat, kami terpaksa menaikkan harga jual di toko," katanya.
Harga minyak goreng melambung, Jumat (5/6). (Foto: tvOnenews.com/Julio Trisaputra)
Kondisi tersebut turut memengaruhi minat beli masyarakat. Milna mengungkapkan bahwa penjualan minyak goreng di tokonya mengalami penurunan sekitar 30 persen dibandingkan sebelum harga naik.
Banyak konsumen mengurangi pembelian minyak goreng kemasan dan memilih beralih ke minyak goreng curah yang dianggap lebih terjangkau.
Tidak sedikit pula pelanggan yang terkejut saat mengetahui harga minyak goreng mengalami kenaikan dalam waktu relatif singkat.
"Sebagian pembeli kaget ketika mengetahui harga minyak goreng naik. Ada juga yang akhirnya memilih membeli minyak goreng curah karena harganya lebih murah," ungkapnya.
Selain minyak goreng, sejumlah bahan kebutuhan pokok lainnya juga dilaporkan mengalami kenaikan harga. Kondisi tersebut menambah beban masyarakat di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat.
Para pedagang berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menjaga ketersediaan pasokan serta menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasaran.
Dengan harga yang lebih terkendali, mereka berharap daya beli masyarakat dapat kembali meningkat dan aktivitas perdagangan di pasar tradisional kembali normal.
"Saya berharap pemerintah bisa membantu menstabilkan harga sembilan bahan pokok agar tidak terus naik dan masyarakat tidak terlalu terbebani," tutup Milna. (jts/dpi)