- Antara
Gempa Cianjur, KAI Sempat Hentikan Perjalanan KA Siliwangi Demi Keamanan
Jakarta, tvOnenews.com - Perjalanan KA Siliwangi relasi Cipatat-Sukabumi akhirnya kembali dilanjutkan setelah sempat tertahan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,5 yang mengguncang wilayah Cianjur pada Sabtu (6/6) malam.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung mengambil langkah penghentian sementara tersebut guna melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana rel.
Manager Humas Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari prosedur keselamatan yang wajib dilaksanakan setiap kali terjadi guncangan gempa.
“Sesuai SOP ketika terjadi gempa seluruh kereta api yang sedang berjalan dihentikan terlebih dahulu untuk dilakukan pemeriksaan memastikan keamanan perjalanan,” kkata Kuswardojo dalam keterangannya.
Kereta api tersebut awalnya diberhentikan di petak jalan antara Ciranjang dan Cianjur pada pukul 20.11 WIB, sesaat setelah getaran gempa dirasakan cukup kuat di wilayah tersebut.
Setelah pemeriksaan awal dinyatakan aman, rangkaian kereta bergerak menuju Stasiun Cianjur.
Namun, perjalanan menuju Sukabumi tidak langsung dilakukan karena petugas harus memastikan seluruh lintas jalur hingga ke tujuan akhir benar-benar bebas dari dampak kerusakan.
Setelah melalui serangkaian inspeksi teknis, jalur Cianjur-Sukabumi dinyatakan layak untuk dilalui.
Kereta pun kembali diberangkatkan dari Stasiun Cianjur menuju arah Sukabumi pada pukul 20.52 WIB.
“KA Siliwangi 345 berangkat kembali dari Stasiun Cianjur pukul 20.52 WIB setelah seluruh lintas dipastikan aman untuk perjalanan kereta api, selama pemeriksaan dilakukan penumpang tetap berada di dalam rangkaian kereta,” jelas Kuswardojo.
Selama proses inspeksi berlangsung, pihak KAI terus berkomunikasi dengan para penumpang untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Petugas memberikan penjelasan secara berkala mengenai alasan teknis penghentian kereta dan hasil pemantauan jalur di lapangan.
“Kami terus memberikan informasi terkait penyebab penghentian sementara termasuk perkembangan pemeriksaan jalur, selama proses berjalan seluruh penumpang tetap berada di tempat duduknya masing-masing,” ujarnya. (ant/dpi)