- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Temui Prabowo di Istana, Dewan Ekonommi Nasional Lapor MBG Bawa Dampak Positif Bagi UMKM
“Nah, yang lebih menarik ada sekitar 65 persen sektor UMKM-nya ini berada di dalam satu kabupaten di mana SPPG itu berada. Jadi ini juga penting bahwa ini bukanlah supplier besar yang masuk, tapi UMKM-UMKM yang muncul itu memang UMKM yang ada di dalam kabupaten atau lokasi di mana SPPG tersebut berada,” jelas Septian.
Selain menggerakkan usaha kecil, program ini juga memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja.
Berdasarkan hasil survei, hampir seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam operasional SPPG berasal dari lingkungan sekitar.
“Yang ketiga temuan kita adalah tenaga kerja, itu hampir 99% memang dari warga sekitar,” ujar Septian.
Data tersebut memperlihatkan bahwa Program MBG bukan hanya instrumen kebijakan sosial untuk mengatasi persoalan gizi, tetapi juga menjadi instrumen ekonomi yang mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) di tingkat daerah.
Meski demikian, DEN menilai masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu dibenahi.
Salah satunya adalah penguatan akses pembiayaan bagi UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jenis produk yang dapat disuplai ke SPPG.
DEN bahkan melihat dampak ekonomi dari program tersebut mulai tercermin dalam pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap terjaga di tengah berbagai tantangan global.
“Jadi ini kami juga melihat, ini juga menjadi salah satu pendorong kenapa kemarin pertumbuhan kita mencapai 5,61 persen,” kata Septian.
Seluruh hasil survei tersebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo sebagai bahan evaluasi sekaligus dasar penyempurnaan pelaksanaan MBG ke depan.
“Jadi ini yang tadi kami laporkan kepada Bapak Presiden terkait dengan survei MBG yang dilakukan secara independen oleh Dewan Ekonomi Nasional,” pungkas Septian. (agr/dpi)