- Harianto-Antara
Pemerintah Serap Telur Ayam Ras dari Peternak Lokal, Pastikan Harga Dijaga Tetap Stabil
Jakarta, tvOnenews.com — Pemerintah lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menyelamatkan peternak lokal dari tekanan anjloknya harga telur ayam ras di tingkat produsen.
Pemerintah resmi mengintegrasikan pasokan telur ayam ras dari peternak rakyat di Jawa Timur ke dalam rantai pasok program MBG.
Melalui skema tersebut, koperasi dan asosiasi peternak rakyat akan menyalurkan telur langsung ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan jaminan harga minimal Rp24.000 per kilogram sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP).
Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional (BGN) Tengku Syahdana menegaskan program MBG memiliki kemampuan untuk menjadi instrumen intervensi ketika terjadi gejolak harga pangan di lapangan.
“BGN di samping sebagai regulator, dia juga sebagai operator langsung di lapangan. Ketika terjadi gejolak harga yang anjlok atau naik, kita bisa melakukan stimulus intervensi stabilisasi harga,” tutur Tengku Syahdana, dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).
Pemerintah memperkirakan dampak kebijakan tersebut akan cukup signifikan terhadap pasar telur nasional.
Berdasarkan simulasi awal, penerapan menu telur sebanyak tiga kali dalam sepekan pada jaringan SPPG di Jawa Timur diproyeksikan mampu mendorong stabilitas harga hingga 8 sampai 10 persen.
Untuk mempercepat pelaksanaannya, Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya dan KPPG Jember telah diminta mengawal implementasi kebijakan di lapangan, terutama di wilayah sentra produksi telur.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menilai langkah ini menjadi solusi penting mengingat produksi telur ayam ras berlangsung setiap hari dan tidak dapat dihentikan.
Ketika pasokan meningkat sementara serapan pasar melambat, harga di tingkat peternak rentan mengalami tekanan.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono mengatakan kehadiran SPPG sebagai pembeli tetap atau off taker akan memberikan kepastian pasar bagi peternak rakyat.
“Esensinya sama dengan Magetan, bagaimana semua bisa jalan, bagaimana semua bisa hidup. Dari sisi produsen, para peternak, bisa punya off taker yang pasti, yaitu SPPG,” kata Maino.
Peran SPPG menjadi semakin penting karena selain menyuplai makanan bergizi untuk siswa sekolah, dapur MBG juga diwajibkan menyediakan sedikitnya 300 porsi makanan setiap hari bagi kelompok penerima manfaat kategori 3B yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.