news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bupati Muara Enim, Edison Saat Digiring ke KPK..
Sumber :
  • tvOnenews/Aldi Herlanda.

KPK Periksa Bupati Muara Enim Edison Malam-malam

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Bupati Muara Enim, Edison pasca operasi tangkap tangan (OTT) terhadap lima anggota Badan Pemeriksa Keuangan.
Jumat, 12 Juni 2026 - 02:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Bupati Muara Enim, Edison pasca operasi tangkap tangan (OTT) terhadap lima anggota Badan Pemeriksa Keuangan.

Pemeriksaan tersebut dilakukan di gedung KPK Merah Putih pada Rabu (10/6/2026) malam.

Berdasarkan pantauan Edison masuk ke gedung KPK sekira pukul 22.31 WIB. Ia datang bersama dengan marketing PT Millenium Solusi Abadi (MSA), Cory Erin Hardi (CRH).

Saat turun dari mobil tahanan hingga masuk ke dalam gedung, mereka tak mengucapkan sepatah kata, begitu pula saat awak media mengajukan sejumlah pertanyaan mereka memilih untuk diam.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, bahwa pemeriksaan terhadap Bupati berkaitan dengan OTT terhadap lima anggota BPK.

"Benar, untuk menjalani pemeriksaan terkait dengan tangkap tangan dugaan suap pengaturan temuan pemeriksaan BPK di Pemkab Muara Enim," kata Budi kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).

Sebelumnya, KPK menangkap lima Aparatur Negeri Sipil (ASN) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Selasa (9/6/2026).

Budi menerangkan bahwa OTT tersebut masih berkaitan dengan kasus suap yang menjerat Bupati Muara Enim, Edison.

"Saat ini pihak-pihak yang diamankan masih dilakukan pemeriksaan secara intensif dan siang tadi sudah dilakukan ekspose dan diputuskan atas penyelidikan tertutup ini diputuskan naik ke tahap penyidikan berdasarkan bukti permulaan yang cukup dan sah," ucap juru bicara KPK, Budi Prasetyo, Rabu (10/6/2026).

OTT ini berawal saat adanya temuan BPK terhadap sejumlah pengadaan barang di lingkungan Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Dari temuan tersebut, uang Rp500 juta yang sebelumnya diberikan kepada Bupati dari pihak swasta, diberikan kembali untuk menyuap sejumlah pihak di BPK.

"Ini cross juga dari perkara kemarin, karena Rp500 juta yang diberikan dari pihak swasta ke pemkab Muara Enim yang kemarin dilakukan tangkap tangan, sebagian lagi untuk dugaan suap berkaitan dengan temuan BPK," jelas Budi.(aha/raa)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:39
05:01
09:20
06:52
03:24
01:04

Viral