- Istimewa
Bepotensi Tembus Rp400 Triliun, Wakaf Dinilai Dapat Jadi Kekuatan Ekonomi BAru Indonesia
Dana yang terkumpul nantinya dihimpun melalui lembaga nazhir resmi yang memiliki legalitas, dikelola secara profesional sesuai prinsip syariah serta diawasi secara transparan melalui laporan publik dan platform digital.
“Seribu rupiah mungkin terlihat kecil, tetapi ketika dilakukan secara kolektif akan menjadi kekuatan besar,” katanya.
Berry menjelaskan, apabila 10 juta pedagang Indonesia berpartisipasi dalam gerakan tersebut, maka akan terkumpul sekitar Rp10 miliar per hari atau lebih dari Rp3,6 triliun setiap tahun.
Dana sebesar itu dapat digunakan untuk membangun sekolah wakaf, klinik kesehatan, ambulans sosial, program ketahanan pangan, beasiswa pendidikan, pelatihan kewirausahaan hingga rumah-rumah pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah.
“Inilah semangat yang ingin dihadirkan oleh Gerakan Seribu Cinta. Seribu rupiah bukan sekadar angka, melainkan simbol kepedulian, simbol gotong royong, dan simbol hijrah dari sikap acuh menjadi peduli; dari hanya menjadi penonton menjadi bagian dari solusi; dari memikirkan kepentingan pribadi menuju ikhtiar membangun kemaslahatan bersama,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Berry mengajak masyarakat menjadikan Bulan Wakaf Nasional sebagai momentum kebangkitan wakaf rakyat.
Menurut Berry, sejarah membuktikan bahwa peradaban besar lahir bukan dari kekuatan segelintir orang kaya, melainkan dari jutaan orang yang bergerak bersama untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.
“Mari menjadikan Bulan Wakaf Nasional sebagai gerakan kebangkitan wakaf rakyat. Mari mengubah aset yang menganggur menjadi aset yang produktif. Mari mengubah kepedulian menjadi gerakan. Mari mengubah seribu rupiah menjadi jutaan harapan bagi mereka yang membutuhkan,” jelasnya.(raa)