- tvOnenews/Syifa Aulia.
PDIP Bantah Bersikap Abu-abu, Sebut Jadi Partai Penyeimbang Sesuai Arahan Megawati
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua DPP PDIP Said Abdullah membantah partainya berada dalam posisi yang tidak jelas, yaitu di antara mendukung atau menjadi oposisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dia menjelaskan sikap politik PDIP terhadap pemerintahan Prabowo sudah ditegaskan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
“Sesuai keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan telah memutuskan bahwa PDI Perjuangan berposisi sebagai Partai penyeimbang. Sikap ini bukan sikap abu-abu,” ucap Said, Sabtu (20/6/2026).
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini menuturkan menjadi penyeimbang artinya bersikap objektif dan proporsional terhadap setiap kebijakan dan program pemerintah.
“Kalau pemerintah kinerja dan kebijakannya bagus untuk rakyat, sudah seharusnya bagi PDI Perjuangan memberikan dukungan hingga 2029,” tuturnya.
“Meskipun PDI Perjuangan tidak mendapatkan manfaat elektoral dari kinerja bagus tersebut,” sambung Said.
Sementara itu, jika program dan kebijakan buatan pemerintah tidak bagus, maka PDIP akan memberikan kritik dan masukan.
Said mengatakan PDIP ingin agar Prabowo dapat menjalankan pemerintahannya dengan baik sampai 2029.
“Berbeda dengan pilihan jika mengambil sikap oposisi. Oposisi itu kehendak politiknya berlawanan total dengan pemerintahan berkuasa,” jelas Said.
“Sikap oposisi lebih menempuh jalan untuk menunjukkan kelemahan dan kekurangan pemerintahan agar mendapatkan dampak negatif elektoral,” lanjutnya.
Dia menyinggung Prabowo juga sudah memahami soal sikap politik PDIP. Bahkan, kata Said, Prabowo juga mengapresiasi PDIP karena telah bersikap sebagai partai penyeimbang.
“Bahkan beliau menyatakan terima kasih atas sikap itu, dan menganggapnya sebagai teman yang lebih jujur,” tandasnya. (saa/cmi)