- Antara
Pramono Bidik Pajak Jumbo dari Konser BTS: Terima Kasih ARMY!
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berharap konser grup Idol asal Korea Selatan, BTS pada akhir Desember 2026 dapat menyumbang pajak yang besar untuk Jakarta.
Selama menyumbangkan pajak, Pramono menegaskan pihaknya tak akan mempersoalkan lokasi konser BTS, baik di Jakarta International Stadium (JIS) ataupun Gelora Bung Karno (GBK).
"Dan alhamdulillah bagi Pemerintah DKI Jakarta, (konser BTS) di GBK maupun di JIS sama saja. Yang penting pajaknya masuk ke Jakarta," ucap Pramono kepada wartawan, dikutip Selasa, 23 Juni 2026.
Dia lantas menyoroti tingginya antusiasme ARMY-sebutan bagi penggemar BTS dalam memperebutkan tiket konser. Bahkan, tingginya antusiasme tersebut membuat jadwal konser BTS bertambah satu hari.
"Apalagi sekarang BTS nambah satu hari, saya terima kasih buat ARMY karena saya dilapori bahwa yang nge-bid untuk war BTS itu luar biasa," tutur dia.
"Bahkan anak saya, saya bantuin enggak mau, dan dia senang sekali karena bisa dapet empat tiket dibantu sama Caca dan teman-temannya," pungkas Pramono.
Sebelumnya diberitakan, Konser BTS WORLD TOUR 'ARIRANG' di Jakarta semakin mencuri perhatian publik. Setelah sebelumnya hanya dijadwalkan berlangsung selama dua hari, promotor akhirnya menambah satu hari pertunjukan lagi karena tingginya permintaan tiket dari para ARMY Indonesia.
Penambahan jadwal ini membuat BTS akan tampil di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 26, 27, dan 29 Desember 2026. Kabar tersebut langsung disambut antusias oleh para penggemar yang sebelumnya gagal mendapatkan tiket saat penjualan tahap awal.
Di tengah euforia comeback BTS yang begitu besar, perhatian publik tidak hanya tertuju pada konser mereka. Besarnya penghasilan grup asal Korea Selatan tersebut sepanjang tahun 2026 juga ikut menjadi topik hangat yang ramai diperbincangkan.
Menurut estimasi yang disorot Forbes Korea dan dibagikan melalui akun Instagram @sarcasm, BTS disebut telah mengumpulkan pendapatan sekitar 222 juta dolar Amerika Serikat sepanjang 2026 hingga saat ini. Jika dikonversikan ke rupiah dengan kurs sekitar Rp16.500 per dolar AS, jumlah tersebut setara dengan lebih dari Rp3,6 triliun.