news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto.
Sumber :
  • Kemenko Perekonomian

Indonesia Selamat dari Ancaman Turun Kelas MSCI, Tapi Dapat Lampu Kuning soal Integritas Pasar

Pasar modal Indonesia berhasil mempertahankan statusnya sebagai Emerging Market dalam tinjauan tahunan MSCI 2026.
Kamis, 25 Juni 2026 - 08:41 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Pasar modal Indonesia berhasil mempertahankan statusnya sebagai Emerging Market dalam tinjauan tahunan MSCI 2026.

Keputusan ini mengakhiri spekulasi mengenai kemungkinan Indonesia terdegradasi ke kelompok Frontier Market, sebuah status yang berpotensi memengaruhi persepsi investor global terhadap pasar keuangan nasional.

Meski tidak mengubah klasifikasi Indonesia, MSCI memberikan sejumlah catatan penting yang menjadi peringatan bagi otoritas pasar modal dan pelaku industri keuangan dalam negeri. Sorotan utama tertuju pada transparansi kepemilikan saham serta integritas pembentukan harga di bursa.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, lembaga penyedia indeks global MSCI Inc. telah mengumumkan hasil MSCI 2026 Market Classification Review pada 23 Juni 2026 waktu setempat.

“Dalam peninjauan tahun ini, MSCI tidak mereklasifikasi Indonesia dan tidak membuka konsultasi mengenai kemungkinan reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market (EM) ke Frontier Market,” kata Haryo dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).

Dengan keputusan tersebut, Indonesia tetap berada dalam kelompok negara berkembang yang menjadi tujuan utama aliran investasi global.

“Dengan demikian, Indonesia tetap berada dalam kategori Emerging Market dan tetap menjadi bagian dari kelompok negara tujuan investasi global,” ujarnya.

Namun di balik kabar positif tersebut, MSCI menyampaikan sejumlah perhatian yang dinilai perlu segera ditindaklanjuti. Lembaga indeks global itu mencatat masih adanya kekhawatiran investor institusi internasional terhadap keterbukaan informasi struktur kepemilikan saham di Indonesia.

Selain itu, MSCI juga menyoroti indikasi praktik perdagangan terkoordinasi (coordinated trading) yang dinilai berpotensi memengaruhi penilaian terhadap jumlah saham beredar yang sebenarnya (free float) serta kredibilitas harga pasar.

“MSCI mencatat investor institusi global masih memiliki kekhawatiran mengenai keterbukaan informasi kepemilikan saham serta indikasi perdagangan yang terkoordinasi (coordinated trading), yang dinilai dapat memengaruhi penilaian free float yang sebenarnya, serta keandalan harga pasar sebagai acuan penyusunan portofolio dan replikasi indeks,” kata Haryo.

Catatan tersebut menyentuh dua aspek fundamental dalam penilaian MSCI, yakni Information Flow dan Market Infrastructure, yang menjadi indikator utama dalam mengukur aksesibilitas dan kualitas suatu pasar modal.

Meski demikian, pemerintah memandang hasil peninjauan tahun ini sebagai sinyal positif terhadap ketahanan dan kredibilitas pasar keuangan Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.

“Keputusan tersebut menegaskan bahwa pasar modal Indonesia masih memenuhi karakteristik utama sebagai pasar negara berkembang dan tetap menjadi bagian dari kelompok negara tujuan investasi global,” ujar Haryo.

Menurut pemerintah, keputusan MSCI juga mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia serta berbagai reformasi yang telah dijalankan bersama otoritas sektor keuangan dalam beberapa tahun terakhir.

“Di tengah dinamika ekonomi dan pasar keuangan internasional yang masih dipenuhi ketidakpastian, keputusan ini mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia serta berbagai langkah reformasi yang telah ditempuh Pemerintah bersama otoritas sektor keuangan,” katanya.

Pemerintah menilai catatan MSCI bukan sebagai kemunduran, melainkan masukan strategis untuk memperkuat tata kelola pasar modal nasional. Haryo menegaskan bahwa MSCI juga mengakui reformasi yang telah dilakukan Indonesia bergerak ke arah yang benar.

“Pemerintah juga mencatat bahwa MSCI menilai langkah-langkah reformasi yang ditempuh Indonesia sebagai langkah ke arah yang tepat, dengan penekanan bahwa yang menentukan ke depan adalah konsistensi implementasi dan dampaknya yang berkelanjutan, bukan semata pengumuman kebijakan,” ujarnya. (agr/ree)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:42
05:02
02:28
19:26
02:10
01:03

Viral