- Istimewa
Kasus Kematian Luis David Belum Tuntas Diusut, Personel TNI Diduga Terlibat Dugaan Pembunuhan Berencana
“Diduga bahwa korban merupakan target untuk pembunuhan. Ada pernyataan yang dikeluarkan oleh Buana ditujukan kepada korban ‘Sini turun kau luis, maen kita, ku bunuh kau’,” ungkap Adinda.
Selain dugaan pembunuhan berencana, Tim ARMI meminta penyidik mengembangkan perkara untuk mengungkap pihak yang diduga memberi perintah.
“Diduga aktor intelektual adalah perusahaan Agrinas yang telah memberikan perintah kepada terduga pelaku,” jelasnya.
Dalam laporannya, Tim ARMI juga mengaitkan peristiwa tersebut dengan konflik agraria yang telah berlangsung sejak lama. Menurut mereka, sejak pengelolaan lahan beralih ke PT Agrinas Palma Nusantara pada Maret 2025, sedikitnya 15 kasus dugaan kekerasan terhadap warga telah didokumentasikan.
Karena itu, Tim ARMI mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas perkara secara adil, transparan, dan akuntabel, mengungkap seluruh pelaku maupun pemberi perintah, serta memastikan tidak ada impunitas dalam penyelesaian kasus tersebut.
Sebelumnya, Tim ARMI mengungkap kronologi dugaan kekerasan yang dilakukan petugas keamanan PT Agrinas Palma Nusantara (APN) terhadap empat warga Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, pada 16 Juni 2026.
Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, yakni Luis David Hutabarat (32), sementara tiga korban lainnya, Jhoni (28), Doni Romadan (29), dan Sutomi (31), mengalami luka-luka.
Peristiwa itu berawal ketika keempat korban selesai membersihkan lahan sawit milik Ramlan Nainggolan di Dusun Lubuk Pinang sekitar pukul 15.30 WIB.
Dalam perjalanan pulang melintasi Blok K33 Jalur 3 yang berada di area perkebunan PT Agrinas Palma Nusantara, mereka diduga dikejar sejumlah petugas keamanan perusahaan.(agr/raa)