- Istimewa
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Laporan tersebut dibuat sebagai bentuk upaya menempuh jalur hukum atas peristiwa yang menurut Fahri merupakan bagian dari rangkaian intimidasi yang ia alami setelah konsisten menyuarakan kritik melalui aksi-aksi demonstrasi dan penyampaian pendapat di muka umum.
Fahri mengutuk keras segala bentuk teror dan intimidasi terhadap aktivis maupun masyarakat yang menggunakan hak konstitusionalnya untuk menyampaikan pendapat.
Ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas pelaku, termasuk apabila ditemukan adanya pihak yang menyuruh atau mengorganisasi tindakan tersebut.
"Saya mengutuk keras segala bentuk teror terhadap perjuangan kami. Bila memang ada pihak yang berada di balik aksi ini, termasuk jika penyelidikan mengarah pada dugaan keterlibatan orang-orang yang bertindak atas perintah pihak tertentu, maka semuanya harus diungkap secara transparan dan diproses sesuai hukum. Tidak boleh ada seorang pun yang kebal hukum," kata Fahri, kepada wartawan, Jumat (26/6).
Menurut Fahri, teror dan intimidasi tidak akan menghentikan perjuangan GAMIS Indonesia dalam mengawal kepentingan publik.
"Kami tidak akan pernah gentar, apalagi mundur hanya karena aksi-aksi teror seperti ini. Semakin besar tekanan yang kami hadapi, semakin kuat komitmen kami untuk terus menyuarakan aspirasi rakyat secara damai, terbuka, dan sesuai konstitusi. Demokrasi tidak boleh dikalahkan oleh rasa takut," ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, Fahri menyampaikan bahwa GAMIS Indonesia akan mendatangi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Jakarta untuk meminta pendampingan hukum, pengawalan terhadap proses penyelidikan, serta berkonsultasi mengenai langkah-langkah hukum berikutnya.
"Kami akan meminta YLBHI Jakarta untuk mengawal proses hukum ini agar berjalan secara objektif, profesional, dan transparan. Kami juga akan berkonsultasi mengenai langkah-langkah hukum lain yang dapat ditempuh guna memastikan perlindungan terhadap hak-hak warga negara dalam menjalankan kebebasan berpendapat," tegas Fahri.
Diketahui, Fahri Salim bersama aktivis GAMIS Indonesia saat ini sedang gencar melakukan aksi-aksi unjuk rasa dan menyampaikan kritik.
Fahri menegaskan bahwa seluruh penyampaian aspirasi tersebut dilakukan melalui mekanisme konstitusional dan berdasarkan hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
GAMIS Indonesia berharap kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan motif di balik dugaan perusakan tersebut sehingga tidak ada ruang bagi praktik intimidasi terhadap warga negara yang menggunakan hak konstitusionalnya.
"Negara harus hadir memberikan rasa aman kepada setiap warga negara. Jangan sampai demokrasi dibungkam dengan teror. Kami percaya aparat penegak hukum mampu mengusut kasus ini secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu," imbuh Fahri.