- tvOneNews
Mengungkap Penyebab Kematian Dokter Icha, Penjaga IGD RS Leona yang Diduga Diintimidasi Oknum DPRD TTU
Kupang, tvOnenews.com - Kasus kematian dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha, petugas sebagai dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) memicu luka mendalam bagi publik.
TRIGGER WARNING BUNUH DIRI: Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak profesional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Dokter Icha tewas bunuh diri. Tenaga kesehatan tersebut meninggal dunia akibat depresi berat usai diduga mendapat intimidasi dari tiga oknum anggota DPRD Kabupaten TTU, Therensius Lazakar, Norbertus Tubani, dan Veronika Lake pada Sabtu (13/6/2026).
Paman Dokter Icha, Fabianus Banase mengupas penyebab keponakannya bunuh diri. Hal ini membuat dr Icha meninggalkan surat wasiat diduga mengarah pada dugaan intimidasi.
Apa Saja Penyebab Dokter Icha Bunuh Diri?
- tvOneNews
Fabianus menyampaikan ada tiga unsur menjadi penyebab Dokter Icha depresi dan berujung mengakhiri hidupnya. Dokter muda asal TTU, NTT itu diduga mendapat aksi teror dari sejumlah oknum DPRD TTU.
"Anak kami itu mengalami teror, intimidasi, dan kekerasan verbal," ujar Fabianus saat dihubungi tvOne, Selasa (30/6/2026).
Menurut Fabianus, mengacu dari sisi HAM, aksi teror merupakan bagian kekerasan dan berupa intimidasi. Aksi ini berbentuk kekerasan sengaja digunakan sebagai taktik psikologis menciptakan ketakutan.
Peristiwa dugaan intimidasi ini terjadi saat Dokter Icha menangani seorang pasien anak terkena gigitan bisa ular. Korban dibawa dan dr Icha kebetulan sedang bertugas di ruang IGD RS Leona, Sabtu (13/6/2026).
dr Icha telah bertugas sesuai SOP. Dokter muda tersebut juga menangani hasil konsultasi dengan dokter spesialis anak.
Ketegangan terjadi saat pihak keluarga pasien meminta vaksin tertentu. Namun hal tersebut belum direkomendasikan dan belum tersedia di rumah sakit.
Dua pria tiba-tiba datang protes dengan nada tinggi. Pengakuan mereka sebagai anggota DPRD TTU membuat Dokter Icha ketakutan hingga depresi berat dan berujung bunuh diri.