- tvOneNews
Mengungkap Penyebab Kematian Dokter Icha, Penjaga IGD RS Leona yang Diduga Diintimidasi Oknum DPRD TTU
Fabianus merasa peran sejumlah oknum tersebut tidak hanya sekadar mengintimidasi terhadap profesi. Dari sisi HAM, perlakuan mereka bentuk intimidasi gender.
Dokter Icha Dapat Pesan Teror Misterius
Sang paman mengungkap salah satu dampak terbesar membuat Dokter Icha mengakhiri hidupnya. Keponakannya kerap kali mendapat pesan teror melalui WhatsApp (WA).
"Anak kami ini semenjak kejadian itu setiap hari mendapat WhatsApp dari nomor-nomor yang tidak jelas, sehingga anak kami itu mengalami depresi berat," terangnya.
Berbagai pesan tersebut sangat mempengaruhi psikologis dr Icha. Pihak keluarga pun membawa korban menjalani pemeriksaan di Klinik Utama Jiwa Dewantara Mental Healthcare pada Rabu, 24 Juni 2026.
Hasil pemeriksaan kejiwaan menunjukkan dr Icha mengalami depresi berat tanpa gejala psikotik. Hal ini disebabkan adanya guncangan psikologis yang mengarah pada percobaan bunuh diri.
dr Icha Sempat Tidak Berani Kembali ke TTU
Lebih lanjut, Fabianus menyampaikan dampak dugaan intimidasi lainnya. dr Icha sempat mengaku dirinya tidak berani kembali ke TTU.
Alasan korban akibat ketiga oknum anggota DPRD TTU tersebut masih belum ditindak tegas. Tidak adanya sanksi secara hukum juga memicu gelombang ketakutan.
"Dia bercerita bahwa dia untuk mau kembali ke TTU itu tidak sanggup kawlau tiga anggota DPRD itu belum bisa diberi sanksi hukum apa-apa. Sampai detik ini, dari pihak tiga Parpol ketiga anggota DPRD ini belum bersikap atau merespon sampai anak kami dikubur kemarin," bebernya.
Ancaman Pencabutan Praktik dan Izin Operasional RS Leona
Penyebab dugaan intimidasi lainnya juga diungkap oleh ibu korban, Nur Azizah. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan hal ini di tengah upacara pemakaman di rumah duka di Perumahan RSS Baumata, Taebenu, Kupang, NTT, Senin (29/6/2026) siang.
Nur membagikan kisah almarhumah Dokter Icha sebelum tewas bunuh diri. Jeritan hatinya dibalut dengan air mata membuat ribuan pelayat mendadak hening menjelang upacara pemakaman.
Nur menceritakan percakapan terakhir antara dirinya dan mendiang putrinya via telepon. Dokter Icha menangis sambil berkata sudah tidak kuat akibat dugaan intimidasi dari tiga oknum DPRD TTU.